Teori Homeostasis Menurut Freud dan Adler

Manusia menurut Freud adalah mahluk yang seimbang. Hal ini  dikarenakan manusia memiliki Id, Ego, dan Superego. Manusia tidak dibatasi oleh naluri tertentu yang spesifik, akibatnya manusia dapat dibanjiri oleh semua rangsangan. Dorongan (drive) untuk memenuhi atau mendapatkan rangsangan tersebut muncul berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) yang dimiliki oleh Id. Namun, sebagai manusia tidak bisa begitu saja mengikuti semua dorongan naluri yang dimiliki untuk memenuhi semua kebutuhan kita. Maka, disinilah peran ego san superego menjadi penting. Ego berperan dengan menunda ketegangan sampai ditemukannya pemenuhan secara objektif (reality principle). Prinsip ego ini juga didukung oleh adanya superego yang berfungsi untuk merintangi impuls-impuls id dan mendorong ego untuk mengganti tujuan realistis dengan moralitis. Bagi Freud, tahap homeostasis didapat berdasarkan kerja sama antara fungsi id dengan ego dan superego. Ketidakseimbangan dalam diri manusia dapat menyebabkan neurosis.

Sedangkan Adler berpendapat bahwa pada dasarnya manusia terlahir dengan inferioritas organ. Artinya, manusia terlahir dengan tubuh yang lemah dan inferior. Maka, manusia memiliki dorongan alamiah untuk mendapatkan sisi superioritasnya tersebut mengejar kesempurnaan dan keutuhan. Dorongan untuk mencapai sisi superioritas tersebut muncul melalui persepsi subjektif manusia yang tercermin dalam prilaku dan kepribadian yang membentuk gaya hidup tertentu. Menurut Adler, setiap manusia memiliki minat sosial (social interest) yang harus dikembangkan demi kemajuan setiap manusia. pengembangan minat sosial ini ditandai dengan terwujudnya kesempurnaan setiap orang, bukannya superioritas pribadi.

Dengan melihat pandangan kedua tokoh ini saya mengerti bahwa tubuh manusia memiliki suatu sistem yang berfungsi untuk memotivasi manusia. berdasarkan pandangan Freud dorongan itu dimotivasi pada titik keseimbangan yang berasal dari id, ego, dan superego. Serta terbentuk dari ketidaksadaran manusia. sedangkan menurut Adler motivasi tersebut muncul secara alamiah demi mencapai kesempurnaan berdasarkan hubungannya dengan masyarakat.

Daftar Pustaka

Lindzey Gardner, Calvin S. Hall. Introduction to Theories of Personality. United State: John Wiley and Sons, Inc, 1985.

About Depeholic

Saya selalu mencoba-coba menemukan informasi baru dalam dunia ini... saya sangat menyukainya apapun bentuknya, sebab pengetahuan akan mendewasakan saya pada waktunya. Lihat semua pos milik Depeholic

One response to “Teori Homeostasis Menurut Freud dan Adler

  • http://google.com

    I blog as well and I am creating a little something similar to this particular post, “Teori Homeostasis Menurut Freud dan Adler
    Brainstorming”. Would you care if perhaps I personallyuse a few of your personal concepts?
    Thanks a lot ,Alissa

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: