Mengenal Karl Rahner

Extra ecclesia nulla salus” (Di luar Gereja tidak ada keselamatan) merupakan ajaran Magisterium Gereja yang dipegang Gereja Katolik sejak berabad-abad lalu. Ajaran ini tidak mengakui adanya keselamatan dari agama-agama lain selain agama Katolik itu sendiri, sebagaimana hasil Konsili Lateran dan dalam Unam Bulla Sancta, sebuah dekrit resmi dari Paus Bonifasius VIII pada tahun 1302.

Seiring perjalanan waktu, dunia semakin berkembang dan keberagaman mulai diterima oleh banyak pihak. Menyadari hal ini Gereja Katolik cepat-cepat mengadakan Konsili Vatikan II dan menghasilkan ajaran yang berkebalikan dari ajaran sebelumnya yaitu di luar Gereja terdapat keselamatan. Ajaran baru ini benar-benar memberikan nafas segar bagi hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama lain.

Tentu saja banyak teolog handal dari seluruh dunia yang berkumpul dalam Konsili Vatikan II untuk memikirkan masa depan Gereja Katolik. Namun, dari sekian banyak teolog yang hadir dalam konsili itu, nama Karl Rahner disebut-sebut sebagai pemikir yang paling berpengaruh dan paling berperan dalam menciptakan perubahan besar tersebut. Tidak hanya itu, pemikirannya yang menakjubkan menghantar dirinya menjadi teolog terbesar di abad ke-20.

Mengenal Karl Rahner

Karl Rahner lahir pada tanggal 5 Maret 1904 di Freiburg im Breisgau, Jerman. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga Katolik sederhana yang cukup religius. Pada usia 18 tahun, ia mengikuti kakaknya, Hugo Rahner untuk bergabung dengan Serikat Yesus pada tahun 1922 dan menjalani masa pendidikan di Austria dan Jerman.

Selama menjalani masa pendidikannya sebagai seorang Yesuit, ia banyak mempelajari karya-karya Immanuel Kant dan Joseph Marechal. Selain mendalami pemikiran Ignatius Loyola sebagai pendiri serikat, ia juga mempelajari teologi Thomas Aquinas (1225-1274) sebagai pelopor Teologi Skolastik. Dari pengaruh merekalah Rahner dididik untuk menjadi calon imam di abad ke-20.

Dia ditahbiskan pada tahun 1932, kemudian melanjutkan pendidikan teologinya di Freiburg. Selama belajar di Freiburg, pemikiran Rahner dipengaruhi oleh Martin Heidegger. Oleh karena itu, banyak tulisan Rahner yang mencoba menyatukan antara pikiran terbaik masa lalu dengan pikiran terbaik masa kini. Ia mencoba mengawinkan pemikiran Thomas Aquinas dengan bahasa yang biasa dipakai oleh Martin Heidegger, filsuf abad ke-20.

Setelah mendapatkan gelar doktoralnya, ia mengajar teologi di Innsbruck. Baru kemudian pada tahun 1967 Rahner diangkat menjadi Profesor Teologi Dogmatik di Universitas Munster.

Selama tahun-tahun tersebut, Rahner mulai menghasilkan banyak tulisan singkat dan essai. Bahkan ada juga beberapa karyanya yang dibukukan, yaitu: Spirit in the World, Hearer of the World, dan Theological Investigations volume pertama. Dari seluruh tulisannya, dapat diketahui pula kedalaman pikirannya yang sistematis. Ia merupakan seorang teolog yang tulisannya paling rumit dan berbobot.

Sayangnya, sebagian orang dalam Gereja Katolik juga menemukan bahwa tulisan Rahner terlalu berani dan radikal untuk keadaan dunia saat itu. Maka, sekitar tahun 1950, Karl Rahner diberi tahu oleh sebuah institusi Katolik yang bernama Kongregasi Iman bahwa ia hanya boleh menerbitkan buku sesuai persetujuan dari Vatikan. Mulai saat itu, tulisan-tulisan Rahner yang mau diterbitkan harus disensor oleh lembaga itu. Kongregasi Iman adalah sebuah institusi milik Gereja Katolik yang mendapatkan kewenangan khusus untuk menentukan ajaran seseorang benar atau salah menurut iman Katolik. Pada masa itu tulisan-tulisannya yang kreatif disensor dan keabsahannya dipertanyakan. Sebagai seorang teolog, ia benar-benar dikesampingkan oleh Gereja Katolik.

Namun, secara tiba-tiba, pada tahun 1962 Karl Rahner dipanggil oleh Gereja untuk mengikuti Konsili Vatikan II (1962-1965) sebagai seorang ahli teologi. Dia diakui sebagai seorang peritus (teolog resmi) yang berkumpul bersama-sama teolog lain untuk membahas masalah-masalah aktual dunia demi menentukan arah Gereja kedepannya. Dalam Konsili Vatikan II, ia menjadi pusat perhatian karena pemikirannya mendasari terciptanya Dokumen Gaudium et Spes dan Lumen Gentium. Kemudian, pada tahun 1969 Karl Rahner bersama 30 teolog lainnya ditunjuk oleh Paus Paulus VI menjadi anggota dalam Komisi Kepausan Teologi Internasional untuk mengevaluasi perkembangan teologi semenjak Konsili.

Mulai saat itu Karl Rahner diakui tidak hanya sebagai pemikir yang berpengaruh, tetapi juga sebagai teolog yang paling menarik perhatian dunia teologi modern. Pada tanggal 30 Maret 1984, Karl Rahner meninggal dunia yang disebabkan kelelahan setelah merayakan hari ulang tahunnya. Ia dimakamkan di Gereja Trinitas di Innsbruck, Austria.

Selama hidupnya, Karl Rahner mencoba mengembangkan suatu “teologi transedental”, atau teologi pengalaman. Teologi ini mencoba meyakini bahwa Allah adalah “misteri absolut”.

Walaupun tulisan-tulisannya diciptakan dengan sangat kreatif, namun ia dianggap sebagai teolog yang sulit untuk dipahami.  Banyak karya-karyanya yang ditandai oleh usaha untuk menafsirkan teologi Katolik tradisional dengan pemikiran filsafat modern. Ia yakin bahwa melalui teologinya, ia bisa menghasilkan pemahaman akan iman Kristen yang satu dan sederhana secara utuh.

Selain itu, mengenal pribadi Karl Rahner sama menariknya dengan mengetahui sejarah hidupnya. Ia tidak pernah mau ambil pusing dengan kepentingan dirinya. Ia tidak pernah mau membuat suatu otobiografi atau memoar. Ia juga menolak wawancara kecuali berbicara mengenai masalah teologi dan Gereja daripada mengenai dirinya. Sebisa mungkin ia menutupi kehidupannya dengan menceritakan hal-hal yang sama sekali tidak menarik. Bagaimanapun juga Karl Rahner tetap teolog besar yang paling berpengaruh di abad ke-20 yang pemikirannya menjadi pilar dalam  Gereja Katolik sampai saat ini.

Daftar Pustaka

Kilby, Karen., Karl Rahner. Yogyakarta: Kanisius, 2001.

Karl Rahner. http://www.answers.com/topic/karl-rahner. (diunduh 26 Februari, 2010).

About Depeholic

Saya selalu mencoba-coba menemukan informasi baru dalam dunia ini... saya sangat menyukainya apapun bentuknya, sebab pengetahuan akan mendewasakan saya pada waktunya. Lihat semua pos milik Depeholic

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: