Mencari Tuhan

 

Mencoba memahami Kristus untuk saya bukanlah masalah yang mudah. Sebagai seseorang yang hidup dalam lingkungan Gereja, suatu saat saya tersadar bahwa Kristus yang tiap hari saya sebut nama-Nya, pada akhirnya toh sepertinya saya tidak mengenal Dia. Saya bersyukur bahwa kedua orang tua saya sudah mengajari saya untuk percaya kepada-Nya. Sehingga saya semakin diajak untuk mengenal siapa yang saya sembah. Namun, pada akhirnya saya menyadari bahwa percaya adanya Tuhan lebih mudah ketimbang percaya kepada Tuhan.

Setelah kesadaran itu muncul, saya pun mulai meragukan iman saya, agama saya, bahkan kepada Tuhan sendiri saya menjadi ragu. Tiba-tiba saya tidak bisa menerima Kristus sebagai Tuhan begitu saja. Namun, pergulatan saya dalam mencari Kristus tentu saja tidak berhenti sampai disini. Saya sadar bahwa tidak semua orang telah sampai pada tahap pemahaman seperti ini. Sehingga sulit bagi saya untuk membagikan permasalahan ini pada seseorang.

Otomatis pencarian saya akan Kristus berjalan terus-menerus melewati hari-hari yang panjang. Selama hampir tiga tahun saya berjalan tanpa arah dan menganut Kristus yang sama seperti kebanyakan orang. Kristus yang hanya dipahami tanpa mengenal siapa Dia sesungguhnya. Akhirnya, sambil tetap mencoba bertahan hidup, saya juga mencari Tuhan.

Pemahaman saya mengenai Kristus muncul ketika saya menyadari bahwa Ia juga hadir di tengah dunia. Namun, tetap saja Kristus masih menjadi misteri yang selubungnya belum bisa saya singkapi. Berangkat dari pertanyaan Yesus kepada Petrus: “Menurutmu siapakah Aku ini?”, sekiranya pertanyaan ini juga menjadi pertanyaan kita dalam memurnikan panggilan kita dalam mengikuti Kristus. Tentu saja pertanyaan ini tidak akan mungkin kita jawab dalam waktu singkat. Mencari Kristus membutuhkan seluruh hidup kita sampai pada akhirnya kita bisa mengimani-Nya. Siapakah Kristus menurut saya? Saya “tidak tahu”.

Maka, tepatlah yang dituliskan A. Setyawan dalam bukunya yang berjudul Orang Gila dari Nazaret bahwa semakin kita berusaha untuk mengenal Allah, semestinya kita sadar bahwa semakin dahsyatlah misteri Allah bagi kita, semakin banyak hal yang tidak kita mengerti, dan semakin sulit rasanya mengenal Allah[1].

Oleh sebab itu, jangan pernah berhenti untuk berusaha mencari dan mengenal Kristus. Dia hadir ditengah-tengah kita dan menyampaikan kehendak-Nya disaat-saat yang tidak disangka-sangka. Tapi justru itulah kita harus selalu siap, sampai saatnya kita bisa menjawab pertanyaan Kristus dengan kata-kata kita sendiri.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 


[1] Setyawan, A., Orang Gila dari Nazaret. . Jogyakarta: Kanisius, 2005, hlm.234.

About Depeholic

Saya selalu mencoba-coba menemukan informasi baru dalam dunia ini... saya sangat menyukainya apapun bentuknya, sebab pengetahuan akan mendewasakan saya pada waktunya. Lihat semua pos milik Depeholic

3 responses to “Mencari Tuhan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: