<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Brainstorming</title>
	<atom:link href="http://depeholic.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://depeholic.wordpress.com</link>
	<description>Dibuang Sayang</description>
	<lastBuildDate>Tue, 08 Nov 2011 12:45:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='depeholic.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/ade708d19a9b1d7935d703584cff315a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Brainstorming</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://depeholic.wordpress.com/osd.xml" title="Brainstorming" />
	<atom:link rel='hub' href='http://depeholic.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Antarsubjektifitas Menurut M. Buber dan E. Levinas</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/antarsubjektifitas-menurut-m-buber-dan-e-levinas/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/antarsubjektifitas-menurut-m-buber-dan-e-levinas/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 11:30:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[teologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Antarsubjektifitas]]></category>
		<category><![CDATA[Filsafat Manusia]]></category>
		<category><![CDATA[Levinas]]></category>
		<category><![CDATA[Martin Buber]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=182</guid>
		<description><![CDATA[Martin Buber Corak hubungan fundamental antarmanusia menurut Martin Buber ialah Aku-Anda (I-Thou) dan hubungan Aku-benda (I-It). Menurut Buber dalam Aku-Anda hubungan timbale balik antarsubjektifitas menjadi penting. Relasi antara Aku dan Anda tidak akan menciptakan konflik karena didasari oleh hubungan yang setara, hubungan yang menghendaki yang lain dalam subjektifitasnya (hubungan Subjek-Subjek). Ketika manusia mengakui dan menghargai [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=182&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Martin Buber</strong></p>
<p><a href="http://madamepickwickartblog.com/clergy-burnout-the-aesthetics-of-disappointment/"><img class="alignleft size-medium wp-image-183" title="buber1" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2011/01/buber1.jpg?w=159&#038;h=128" alt="" width="159" height="128" /></a>Corak hubungan fundamental antarmanusia menurut Martin Buber ialah Aku-Anda (<em>I-Thou</em>) dan hubungan Aku-benda (<em>I-It</em>). Menurut Buber dalam Aku-Anda hubungan timbale balik antarsubjektifitas menjadi penting. Relasi antara Aku dan Anda tidak akan menciptakan konflik karena didasari oleh hubungan yang setara, hubungan yang menghendaki yang lain dalam subjektifitasnya (hubungan Subjek-Subjek). Ketika manusia mengakui dan menghargai yang lain sebagai subjek, disanalah cinta kasih terwujud.</p>
<p>Hubungan dengan model ini ditandai dengan adanya keterbukaan dan sering kali membawa resiko yang lebih besar, karena bersifat total. Dengan memberikan diriku secara total kepada engkau, aku siap bila tidak ditanggapi. Dalam hubungan Aku-Anda diperlukan ruang interpersonal karena harus saling menjaga kekhasannya sambil tetap menjalin relasi. Sehingga manusia bisa menerima orang lain sebagai dirinya yang otentik.</p>
<p>Berkebalikan dengan hubungan Aku-Anda, hubungan Aku-benda lebih didominasi oleh kehendak menguasai hubungan ini dipandang negatif karena menilai yang lain sebagai objek yang bisa dikuasai (subjek-objek). Tentu saja dengan menganggap yang lain sebagai objek, maka hubungan yang tercipta adalah searah dan dapat diciptakan.</p>
<p>Bagi Martin Buber hubungan Aku-Anda akan membuka hubungan dengan Anda Mutlak (<em>I-Thou </em>Absolut).</p>
<p><strong>Emmanuel Levinas</strong></p>
<p><a href="http://www.levinas.sdsu.edu/"><img class="alignright size-thumbnail wp-image-184" title="Levinas-portrait" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2011/01/levinas-portrait.jpg?w=110&#038;h=150" alt="" width="110" height="150" /></a>Menurut Levinas manusia pada dasarnya didorong untuk mencari yang lain. Menginginkan yang lain adalah menginginkan yang tidak ada dalam diri kita. Hubungan antarpersonal manusia didasari oleh hubungan Aku-“Yang Lain” (<em>L’un pour l’autre</em>) yang dilukiskan dengan “epifani wajah”. Artinya, aku mempunyai kewajiban kepada yang lain. Melalui pandangan ini, Levinas ingin menolak egologia Descartes. Bahwa realitas tidak dibentuk oleh rasio murni, tetapi dengan cara memandang manusia secara otentik.</p>
<p>Tetapi perlu diingat bahwa hubungan dengan yang lain adalah hubungan antar manusia yang asimetris. Kenapa? Karena subjek menurut Levinas adalah seseorang yang ditempatkan berada di bawah orang lain. “Yang Lain” yaitu sebagai pengada yang sama sekali tidak ditentukan oleh penalaran saya dan karenanya tidak terselipkan dalam totalitas rasional.</p>
<p>Struktur tersebut membuat aku menjadi unik dan tidak tergantikan. Aku tahu aku ada karena berbeda dengan yang lain. Dengan kata lain, aku menjadi sandera untuk orang lain. Namun, hubungan antara aku dengan yang lain bukan saja terjadi diantara dua orang saja, melainkan juga terhadap tampilnya orang ketiga. Dengan begitu aku menjadi semakin bertanggungjawab terhadap semua orang.</p>
<p>Bagi Levinas dalam hubungan aku dengan yang lain termanifestasi juga kemuliaan Allah. Berhadapan dengan sesama, adalah juga menemukan diri dihadapan Allah.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Lanur, Alex S. <em>Aku Disandera: Aku dan Orang Lain, Menurut Emmanuel Levinas</em>. Jakarta: STF Driyarkara, 2000.</p>
<p>Sastrapratedja, M. <em>Filsafat Manusia I</em>. Jakarta: STF Driyarkara, 2010.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/182/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/182/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=182&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/antarsubjektifitas-menurut-m-buber-dan-e-levinas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2011/01/buber1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">buber1</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2011/01/levinas-portrait.jpg?w=110" medium="image">
			<media:title type="html">Levinas-portrait</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teori Homeostasis Menurut Freud dan Adler</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/teori-homeostasis-menurut-freud-dan-adler/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/teori-homeostasis-menurut-freud-dan-adler/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Jan 2011 11:22:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[SosBud]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[adler]]></category>
		<category><![CDATA[Freud]]></category>
		<category><![CDATA[homeostasis]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=179</guid>
		<description><![CDATA[Manusia menurut Freud adalah mahluk yang seimbang. Hal ini  dikarenakan manusia memiliki Id, Ego, dan Superego. Manusia tidak dibatasi oleh naluri tertentu yang spesifik, akibatnya manusia dapat dibanjiri oleh semua rangsangan. Dorongan (drive) untuk memenuhi atau mendapatkan rangsangan tersebut muncul berdasarkan prinsip kesenangan (pleasure principle) yang dimiliki oleh Id. Namun, sebagai manusia tidak bisa begitu [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=179&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hil4ry.files.wordpress.com/2007/10/freud.jpg"><img class="alignleft" title="Freud" src="http://hil4ry.files.wordpress.com/2007/10/freud.jpg?w=96&#038;h=131" alt="" width="96" height="131" /></a>Manusia menurut Freud adalah mahluk yang seimbang. Hal ini  dikarenakan manusia memiliki Id, Ego, dan Superego. Manusia tidak dibatasi oleh naluri tertentu yang spesifik, akibatnya manusia dapat dibanjiri oleh semua rangsangan. Dorongan (<em>drive</em>) untuk memenuhi atau mendapatkan rangsangan tersebut muncul berdasarkan prinsip kesenangan (<em>pleasure principle</em>) yang dimiliki oleh Id. Namun, sebagai manusia tidak bisa begitu saja mengikuti semua dorongan naluri yang dimiliki untuk memenuhi semua kebutuhan kita. Maka, disinilah peran ego san superego menjadi penting. Ego berperan dengan menunda ketegangan sampai ditemukannya pemenuhan secara objektif (<em>reality principle</em>). Prinsip ego ini juga didukung oleh adanya superego yang berfungsi untuk merintangi impuls-impuls id dan mendorong ego untuk mengganti tujuan realistis dengan moralitis. Bagi Freud, tahap homeostasis didapat berdasarkan kerja sama antara fungsi id dengan ego dan superego. Ketidakseimbangan dalam diri manusia dapat menyebabkan neurosis.</p>
<p>Sedangkan Adler berpendapat bahwa pada dasarnya manusia terlahir dengan inferioritas organ. Artinya, manusia terlahir dengan tubuh yang lemah dan inferior. Maka, manusia memiliki dorongan alamiah untuk mendapatkan sisi superioritasnya tersebut mengejar kesempurnaan dan keutuhan. Dorongan untuk mencapai sisi superioritas tersebut muncul melalui persepsi subjektif manusia yang tercermin dalam prilaku dan kepribadian yang membentuk gaya hidup tertentu. Menurut Adler, setiap manusia memiliki minat sosial (<em>social interest</em>) yang harus dikembangkan demi kemajuan setiap manusia. pengembangan minat sosial ini ditandai dengan terwujudnya kesempurnaan setiap orang, bukannya superioritas pribadi.</p>
<p><a href="http://ebekunt.files.wordpress.com/2010/01/adler3.jpg"><img class="alignright" title="adler" src="http://ebekunt.files.wordpress.com/2010/01/adler3.jpg?w=86&#038;h=110" alt="" width="86" height="110" /></a>Dengan melihat pandangan kedua tokoh ini saya mengerti bahwa tubuh manusia memiliki suatu sistem yang berfungsi untuk memotivasi manusia. berdasarkan pandangan Freud dorongan itu dimotivasi pada titik keseimbangan yang berasal dari id, ego, dan superego. Serta terbentuk dari ketidaksadaran manusia. sedangkan menurut Adler motivasi tersebut muncul secara alamiah demi mencapai kesempurnaan berdasarkan hubungannya dengan masyarakat.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Lindzey Gardner, Calvin S. Hall. <em>Introduction to Theories of Personality</em>. United State: John Wiley and Sons, Inc, 1985.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/179/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/179/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=179&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2011/01/11/teori-homeostasis-menurut-freud-dan-adler/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://hil4ry.files.wordpress.com/2007/10/freud.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Freud</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ebekunt.files.wordpress.com/2010/01/adler3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">adler</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>BENDERA</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/08/18/bendera/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/08/18/bendera/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 18 Aug 2010 02:03:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Puisi]]></category>
		<category><![CDATA[SosBud]]></category>
		<category><![CDATA[17 agustus]]></category>
		<category><![CDATA[Bendera]]></category>
		<category><![CDATA[Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Merah putih]]></category>
		<category><![CDATA[MERDEKA]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=167</guid>
		<description><![CDATA[Bendera bangsaku adalah serpihan sejarah penuh luka. Darah para pahlawan diperas, lalu mewarnai sebagian merahnya. Kesucian semangat juang dan harapan akan kemerdekaan mereka mewarnai sebagian putihnya. Dan…. Sumpah serapah kaum muda di bawah langit memberikan jalinan kain penuh makna. Kini, bendera bangsaku adalah serpihan penuh duka. Merah tidak lagi semerah darah dan putih tidak lagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=167&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://gerrilya.wordpress.com/tag/bendera/"><img class="alignnone size-medium wp-image-168" title="gerrilya.wordpress.com" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/08/gerrilya-wordpress-com.gif?w=300&#038;h=283" alt="" width="300" height="283" /></a></p>
<p>Bendera bangsaku adalah serpihan sejarah penuh luka.</p>
<p>Darah para pahlawan diperas, lalu mewarnai sebagian merahnya.</p>
<p>Kesucian semangat juang dan harapan akan kemerdekaan mereka mewarnai sebagian putihnya.</p>
<p>Dan….</p>
<p>Sumpah serapah kaum muda di bawah langit memberikan jalinan kain penuh makna.</p>
<p>Kini, bendera bangsaku adalah serpihan penuh duka.</p>
<p>Merah tidak lagi semerah darah dan putih tidak lagi putih.</p>
<p>Di angkasa bendera bangsaku tidak berkibar gagah, tapi lemah tanpa daya.</p>
<p>Bendera bangsaku adalah kumpulan derita dan duka, tidak bangga sewaktu meneriakkan kata…</p>
<p>MERDEKA!!!</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/167/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/167/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=167&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/08/18/bendera/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/08/gerrilya-wordpress-com.gif?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">gerrilya.wordpress.com</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Belajar dari Iwan Fals</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/belajar-dari-iwan-fals/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/belajar-dari-iwan-fals/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 10:54:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[SosBud]]></category>
		<category><![CDATA[Iwan fals]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[sarjana]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=159</guid>
		<description><![CDATA[Ketika sedang melihat-lihat koleksi lagu-lagu, saya menemukan kumpulan lagu-lagu Iwan Fals yang saya simpan. Saya ingat awal ketertarikan saya dengan Iwan Fals adalah lirik lagunya yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi lain. Di saat orang menggembar-gemborkan cinta, Iwan Fals meneriakkan kritik terhadap keadaan sosial-politik negara ini. Lagu-lagu musisi kreatif ini kembali mengingatkan saya pada keadaan bangsa ini [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=159&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://smartanddiligent.blogspot.com/2009/11/jadi-sarjana-yg-su-aq-ingin-kses-karena.html"><img class="alignright size-medium wp-image-160" title="globegraduat" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/globegraduat.png?w=249&#038;h=227" alt="" width="249" height="227" /></a>Ketika sedang melihat-lihat koleksi lagu-lagu, saya menemukan kumpulan lagu-lagu Iwan Fals yang saya simpan. Saya ingat awal ketertarikan saya dengan Iwan Fals adalah lirik lagunya yang berbeda dengan penyanyi-penyanyi lain. Di saat orang menggembar-gemborkan cinta, Iwan Fals meneriakkan kritik terhadap keadaan sosial-politik negara ini. Lagu-lagu musisi kreatif ini kembali mengingatkan saya pada keadaan bangsa ini yang semakin carut-marut. Seakan membangunkan saya dari alunan musik masa kini yang cenderung mengobral cinta.</p>
<p>Saya teringat akan sebuah lagu yang berjudul “Sarjana Muda” yang menurut saya masih sangat relevan untuk kita renungi di masa yang sudah maju ini. Saya tulisakan kembali lirik lagunya supaya kita bisa berkaca bersama.</p>
<p>Berjalan seorang pria muda<br />
Dengan jaket lusuh dipundaknya<br />
Disela bibir tampak mengering<br />
Terselip sebatang rumput liar<br />
Jelas menatap awan berarak<br />
Wajah murung semakin terlihat<br />
Dengan langkah gontai tak terarah<br />
Keringat bercampur debu jalanan<br />
Engkau sarjana muda<br />
Resah mencari kerja<br />
Mengandalkan ijazahmu<br />
Empat tahun lamanya<br />
Bergelut dengan buku<br />
Tuk jaminan masa depan<br />
Langkah kakimu terhenti<br />
Didepan halaman sebuah jawatan<br />
Terjenuh lesu engkau melangkah<br />
Dari pintu kantor yang diharapkan<br />
Terngiang kata tiada lowongan<br />
Untuk kerja yang didambakan<br />
Tak perduli berusaha lagi<br />
Namun kata sama kau dapatkan<br />
Jelas menatap awan berarak<br />
Wajah murung semakin terlihat<br />
Engkau sarjana muda<br />
Resah tak dapat kerja<br />
Tak berguna ijazahmu<br />
Empat tahun lamanya<br />
Bergelut dengan buku<br />
Sia sia semuanya<br />
Setengah putus asa dia berucap&#8230; maaf ibu&#8230;<span id="more-159"></span></p>
<p><a href="http://www.rujakmanis.com/gallery2/Iwan-Fals/Iwan+Fals+Lagi+Diburu+Pewarta+Berita.jpg.html"><img class="alignleft size-medium wp-image-161" title="Iwan Fals Lagi Diburu Pewarta Berita" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/iwan-fals-lagi-diburu-pewarta-berita.jpg?w=225&#038;h=300" alt="" width="225" height="300" /></a></p>
<p>Mendengar lagu ini saya tersadar bahwa dalam satu tahun berbagai universitas di Indonesia mencetak ratusan sarjana baru. Namun seiring dengan kelulusan mereka, dalam satu tahun yang sama, tercipta juga ribuan pengangguran di negeri ini.</p>
<p>Apa arti sebuah pendidikan di bangsa yang besar ini?? Kerap kali pertanyaan ini mengalir begitu saja dalam pikiran saya. Apakah bangsa ini harus merombak ulang lagi sistem pendidikannya menjadi lebih baik?? Tetapi kembali saya bertanya-tanya apakah pendidikan yang baik itu bagi bangsa ini??</p>
<p>Pemikiran ini didasari oleh realitas yang saya temui dalam kehidupan kita. Setiap tahun kita selalu membicarakan mengenai ujian akhir nasional (UAN) yang tak pernah selesai menciptakan penyimpangan baru. Keadaan ini semakin rumit ketika contek-mencontek dianggap hal yang lumrah demi sebuah nilai kelulusan. Selain itu kita tentu juga menemui kasus jual-beli  skripsi yang semakin blak-blakan saja, sehingga tanpa usaha keras gelar sarjana semakin mudah didapat. Dari sini saya kembali bertanya-tanya mana yang lebih penting, gelar sarjana atau kuantitas pendidikan manusianya??</p>
<p>Kembali ke lagu “Sarjana Muda”, setiap sarjana baru memimpikan suatu pekerjaan yang bisa menopang hidupnya. Saya rasa bahwa tanggung jawab ini tidak bisa kita limpahkan begitu saja kepada pemerintah. Masalah ini sekiranya menjadi masalah kita bersama sebagai satu bangsa yang besar. Saya merindukan kehadiran orang-orang yang mau membuka lapangan kerja demi masyarakatnya. Jika kita semua tidak mau turut ambil bagian dalam masalah ini, maka sama seperti yang dikatakan Iwan Fals: “Sia-sia semuanya”.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/159/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/159/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=159&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/belajar-dari-iwan-fals/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/globegraduat.png?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">globegraduat</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/iwan-fals-lagi-diburu-pewarta-berita.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">Iwan Fals Lagi Diburu Pewarta Berita</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mengenal Karl Rahner</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mengenal-karl-rahner/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mengenal-karl-rahner/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 05:42:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[teologi]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Gereja]]></category>
		<category><![CDATA[Karl rahner]]></category>
		<category><![CDATA[katolik]]></category>
		<category><![CDATA[rahner]]></category>
		<category><![CDATA[teolog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=155</guid>
		<description><![CDATA[”Extra ecclesia nulla salus” (Di luar Gereja tidak ada keselamatan) merupakan ajaran Magisterium Gereja yang dipegang Gereja Katolik sejak berabad-abad lalu. Ajaran ini tidak mengakui adanya keselamatan dari agama-agama lain selain agama Katolik itu sendiri, sebagaimana hasil Konsili Lateran dan dalam Unam Bulla Sancta, sebuah dekrit resmi dari Paus Bonifasius VIII pada tahun 1302. Seiring [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=155&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong> </strong></p>
<p><a href="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/rahner_.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-156" title="http://theology.co.kr/image/photo/rahner_.jpg" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/rahner_.jpg?w=265&#038;h=300" alt="" width="265" height="300" /></a>”<em>Extra ecclesia nulla salus</em>” (Di luar Gereja tidak ada keselamatan) merupakan ajaran <em>Magisterium</em> Gereja yang dipegang Gereja Katolik sejak berabad-abad lalu. Ajaran ini tidak mengakui adanya keselamatan dari agama-agama lain selain agama Katolik itu sendiri, sebagaimana hasil Konsili Lateran dan dalam <em>Unam Bulla Sancta</em>, sebuah dekrit resmi dari Paus Bonifasius VIII pada tahun 1302.</p>
<p>Seiring perjalanan waktu, dunia semakin berkembang dan keberagaman mulai diterima oleh banyak pihak. Menyadari hal ini Gereja Katolik cepat-cepat mengadakan Konsili Vatikan II dan menghasilkan ajaran yang berkebalikan dari ajaran sebelumnya yaitu di luar Gereja terdapat keselamatan. Ajaran baru ini benar-benar memberikan nafas segar bagi hubungan Gereja Katolik dengan agama-agama lain.</p>
<p>Tentu saja banyak teolog handal dari seluruh dunia yang berkumpul dalam Konsili Vatikan II untuk memikirkan masa depan Gereja Katolik. Namun, dari sekian banyak teolog yang hadir dalam konsili itu, nama Karl Rahner disebut-sebut sebagai pemikir yang paling berpengaruh dan paling berperan dalam menciptakan perubahan besar tersebut. Tidak hanya itu, pemikirannya yang menakjubkan menghantar dirinya menjadi teolog terbesar di abad ke-20.</p>
<p><strong>Mengenal Karl Rahner</strong></p>
<p>Karl Rahner lahir pada tanggal 5 Maret 1904 di Freiburg im Breisgau, Jerman. Dia dibesarkan dalam sebuah keluarga Katolik sederhana yang cukup religius. Pada usia 18 tahun, ia mengikuti kakaknya, Hugo Rahner untuk bergabung dengan Serikat Yesus pada tahun 1922 dan menjalani masa pendidikan di Austria dan Jerman.<span id="more-155"></span></p>
<p>Selama menjalani masa pendidikannya sebagai seorang Yesuit, ia banyak mempelajari karya-karya Immanuel Kant dan Joseph Marechal. Selain mendalami pemikiran Ignatius Loyola sebagai pendiri serikat, ia juga mempelajari teologi Thomas Aquinas (1225-1274) sebagai pelopor Teologi Skolastik. Dari pengaruh merekalah Rahner dididik untuk menjadi calon imam di abad ke-20.</p>
<p>Dia ditahbiskan pada tahun 1932, kemudian melanjutkan pendidikan teologinya di Freiburg. Selama belajar di Freiburg, pemikiran Rahner dipengaruhi oleh Martin Heidegger. Oleh karena itu, banyak tulisan Rahner yang mencoba menyatukan antara pikiran terbaik masa lalu dengan pikiran terbaik masa kini. Ia mencoba mengawinkan pemikiran Thomas Aquinas dengan bahasa yang biasa dipakai oleh Martin Heidegger, filsuf abad ke-20.</p>
<p>Setelah mendapatkan gelar doktoralnya, ia mengajar teologi di Innsbruck. Baru kemudian pada tahun 1967 Rahner diangkat menjadi Profesor Teologi Dogmatik di Universitas Munster.</p>
<p>Selama tahun-tahun tersebut, Rahner mulai menghasilkan banyak tulisan singkat dan essai. Bahkan ada juga beberapa karyanya yang dibukukan, yaitu: <em>Spirit in the World</em>, <em>Hearer of the World</em>, dan <em>Theological Investigations </em>volume pertama. Dari seluruh tulisannya, dapat diketahui pula kedalaman pikirannya yang sistematis. Ia merupakan seorang teolog yang tulisannya paling rumit dan berbobot.</p>
<p>Sayangnya, sebagian orang dalam Gereja Katolik juga menemukan bahwa tulisan Rahner terlalu berani dan radikal untuk keadaan dunia saat itu. Maka, sekitar tahun 1950, Karl Rahner diberi tahu oleh sebuah institusi Katolik yang bernama Kongregasi Iman bahwa ia hanya boleh menerbitkan buku sesuai persetujuan dari Vatikan. Mulai saat itu, tulisan-tulisan Rahner yang mau diterbitkan harus disensor oleh lembaga itu. Kongregasi Iman adalah sebuah institusi milik Gereja Katolik yang mendapatkan kewenangan khusus untuk menentukan ajaran seseorang benar atau salah menurut iman Katolik. Pada masa itu tulisan-tulisannya yang kreatif disensor dan keabsahannya dipertanyakan. Sebagai seorang teolog, ia benar-benar dikesampingkan oleh Gereja Katolik.</p>
<p>Namun, secara tiba-tiba, pada tahun 1962 Karl Rahner dipanggil oleh Gereja untuk mengikuti Konsili Vatikan II (1962-1965) sebagai seorang ahli teologi. Dia diakui sebagai seorang <em>peritus</em> (teolog resmi) yang berkumpul bersama-sama teolog lain untuk membahas masalah-masalah aktual dunia demi menentukan arah Gereja kedepannya. Dalam Konsili Vatikan II, ia menjadi pusat perhatian karena pemikirannya mendasari terciptanya Dokumen <em>Gaudium et Spes</em> dan <em>Lumen Gentium</em>. Kemudian, pada tahun 1969 Karl Rahner bersama 30 teolog lainnya ditunjuk oleh Paus Paulus VI menjadi anggota dalam Komisi Kepausan Teologi Internasional untuk mengevaluasi perkembangan teologi semenjak Konsili.</p>
<p>Mulai saat itu Karl Rahner diakui tidak hanya sebagai pemikir yang berpengaruh, tetapi juga sebagai teolog yang paling menarik perhatian dunia teologi modern. Pada tanggal 30 Maret 1984, Karl Rahner meninggal dunia yang disebabkan kelelahan setelah merayakan hari ulang tahunnya. Ia dimakamkan di Gereja Trinitas di Innsbruck, Austria.</p>
<p>Selama hidupnya, Karl Rahner mencoba mengembangkan suatu “teologi transedental”, atau teologi pengalaman. Teologi ini mencoba meyakini bahwa Allah adalah “misteri absolut”.</p>
<p>Walaupun tulisan-tulisannya diciptakan dengan sangat kreatif, namun ia dianggap sebagai teolog yang sulit untuk dipahami.  Banyak karya-karyanya yang ditandai oleh usaha untuk menafsirkan teologi Katolik tradisional dengan pemikiran filsafat modern. Ia yakin bahwa melalui teologinya, ia bisa menghasilkan pemahaman akan iman Kristen yang satu dan sederhana secara utuh.</p>
<p>Selain itu, mengenal pribadi Karl Rahner sama menariknya dengan mengetahui sejarah hidupnya. Ia tidak pernah mau ambil pusing dengan kepentingan dirinya. Ia tidak pernah mau membuat suatu otobiografi atau memoar. Ia juga menolak wawancara kecuali berbicara mengenai masalah teologi dan Gereja daripada mengenai dirinya. Sebisa mungkin ia menutupi kehidupannya dengan menceritakan hal-hal yang sama sekali tidak menarik. Bagaimanapun juga Karl Rahner tetap teolog besar yang paling berpengaruh di abad ke-20 yang pemikirannya menjadi pilar dalam  Gereja Katolik sampai saat ini.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Kilby, Karen., <em>Karl Rahner</em>. Yogyakarta: Kanisius, 2001.</p>
<p>Karl Rahner. <a href="http://www.answers.com/topic/karl-rahner">http://www.answers.com/topic/karl-rahner</a>. (diunduh 26 Februari, 2010).</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/155/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/155/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=155&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mengenal-karl-rahner/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/rahner_.jpg?w=265" medium="image">
			<media:title type="html">http://theology.co.kr/image/photo/rahner_.jpg</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mari Menyelam Sampai Dasar</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mari-menyelam-sampai-dasar/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mari-menyelam-sampai-dasar/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Apr 2010 05:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[refleksi]]></category>
		<category><![CDATA[Sekejap Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[berkembang]]></category>
		<category><![CDATA[hati]]></category>
		<category><![CDATA[keheningan]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[nelayan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=149</guid>
		<description><![CDATA[Dalam mata kuliah Filsafat Manusia dijelaskan bahwa salah satu hal yang membedakan manusia dari binatang adalah kemampuan manusia untuk mengambil jarak dari dirinya sendiri. Hal ini terlihat dari cara kita mengintrospeksikan diri. Kemampuan ini membuat manusia menjadi mahluk yang selalu berkembang kearah yang lebih “maju”. Manusia yang tidak berkembang dan stastis adalah orang mati. Namun, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=149&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/nelayan1.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-150" title="http://produkkelapa.wordpress.com/2009/08/" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/nelayan1.jpg?w=490" alt=""   /></a>Dalam mata kuliah Filsafat Manusia dijelaskan bahwa salah satu hal yang membedakan manusia dari binatang adalah kemampuan manusia untuk mengambil jarak dari dirinya sendiri. Hal ini terlihat dari cara kita mengintrospeksikan diri. Kemampuan ini membuat manusia menjadi mahluk yang selalu berkembang kearah yang lebih “maju”. Manusia yang tidak berkembang dan stastis adalah orang mati.</p>
<p>Namun, dalam pengalaman sehari-hari sering kita merasa bahwa hidup kita tidak berkembang sebagaimana mestinya dan kita iri pada perbuatan-perbuatan baik yang dilakukan orang lain. Hal penting yang perlu kita sadari bersama adalah bahwa hidup manusia kurang berkembang, bukan karena kurang kehendak baik (<em>good will</em>), tapi kurang ingatan (<em>memory</em>).</p>
<p>Ada sebuah perupamaan yang indah untuk menjelaskan bagaimana supaya hidup kita bisa lebih berkembang. Jika kita melihat nelayan yang pergi mencari ikan, tentu saja mereka akan bertolak ke tempat yang lebih dalam. Menantang badai dan kematian demi mendapatkan ikan. Namun, justru ditempat itulah mereka dapat menemukan banyak ikan, harta bagi para nelayan. Biasanya kedalaman itu sinar matahari sudah tidak bisa menembusnya lagi. Begitu gelap dan dingin, karena memang kedalamannya menyembunyikan misteri yang tidak seorang pun tahu.<span id="more-149"></span></p>
<p>Tempat ini saya pahami sebagai hati manusia. Tempat dimana harta terbesar kita tersembunyi. Maka, satu-satunya cara mendapatkan harta terpendam tersebut adalah dengan menyelami hati kita. Menurut saya, “alat-alat” yang dibutuhkan untuk menyelami hati kita ada tiga hal :</p>
<ol>
<li>Berdoa. Dengan berdoa kita mohon bantuan Tuhan      untuk menyingkapkan kedalaman hati kita. Sebab siapa yang bisa mengetahui      kedalaman hati kita selain Tuhan dan diri kita sendiri.</li>
<li>Keheningan. Menjaga keheningan adalah salah satu      kunci penting untuk mencapai dasar hati kita. Keheningan dimengerti tidak      hanya menutup mulut, tetapi lebih kepada membuka telinga dan hati kita.</li>
<li>Transparansi. Dengan transparansi kita mngupayakan      untuk mengenal diri dengan mempertanyakan siapakah aku ini? Melalui transparansi,      manusia akan terbuka pada kejernihan dirinya.</li>
</ol>
<p>Akhirnya, keinginan manusia untuk menemukan harta di kedalaman hatinya merupakan kerinduan manusia untuk mengembangkan dirinya. Kalau begitu apakah manusia berani menyelami hatinya  yang gelap dan penuh misteri?? Hanya diri kita yang bisa menjawabnya.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/149/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/149/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=149&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/22/mari-menyelam-sampai-dasar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/nelayan1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">http://produkkelapa.wordpress.com/2009/08/</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Intoleransi Prancis</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/intoleransi-prancis/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/intoleransi-prancis/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 08:20:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[SosBud]]></category>
		<category><![CDATA[agama]]></category>
		<category><![CDATA[edikt nantes]]></category>
		<category><![CDATA[huguenots]]></category>
		<category><![CDATA[intoleransi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=143</guid>
		<description><![CDATA[Pasca Edikt Nantes Terpilihnya Henry IV dari wangsa Bourbon yang seorang Calvinis menjadi raja, rupanya menjadi titik tolak pemulihan perdamaian antara pengikut Calvin (Huguenots) dengan penganut Katolik di Prancis. Pada tanggal 13 April 1598, Raja Henry IV mengeluarkan sebuah maklumat yang mendukung diadakannya toleransi beragama di seluruh Kerajaan Prancis yang dikenal sebagai Edikt Nantes. Maklumat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=143&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.fredericiahuguenotter.dk/historicalbackground.htm"><img class="alignright size-medium wp-image-145" title="hugforside" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/hugforside.jpg?w=300&#038;h=213" alt="" width="300" height="213" /></a></p>
<p><strong>Pasca Edikt Nantes</strong></p>
<p>Terpilihnya Henry IV dari wangsa Bourbon yang seorang Calvinis menjadi raja, rupanya menjadi titik tolak pemulihan perdamaian antara pengikut Calvin (Huguenots) dengan penganut Katolik di Prancis. Pada tanggal 13 April 1598, Raja Henry IV mengeluarkan sebuah maklumat yang mendukung diadakannya toleransi beragama di seluruh Kerajaan Prancis yang dikenal sebagai Edikt Nantes. Maklumat ini memberikan angin segar bagi para pengikut Calvin untuk menjalankan ibadat sesuai dengan keyakinan mereka, kecuali di beberapa tempat<a href="#_ftn1">[1]</a>.</p>
<p>Tidak hanya itu, mereka juga memperoleh hak-hak sipil dan politik secara penuh. Negara juga memberikan subsidi bagi sekolah-sekolah Protestan dan memberikan 200 kota untuk dipegang oleh Huguenots, termasuk benteng-benteng seperti La Rochelle. Perkembangan ini benar-benar memberikan kesempatan terhadap para Huguenots untuk hidup lebih baik dan terjamin. Sepeninggal Henry IV, kaum Huguenots merupakan kelompok minoritas di Prancis. Tetapi untuk masa lima puluh tahun berikutnya, lebih banyak para bangsawan yang menjadi Huguenots dan dengan demikian memberikan dampak yang luar biasa bagi perkembangan ekonomi masyarakat Prancis.</p>
<p><span id="more-143"></span></p>
<p><strong>Menuju Intoleransi</strong></p>
<p>Walaupun toleransi antara Huguenots dan penganut Katolik dijamin oleh negara, tetapi benih-benih permusuhan tetap ada. Komunitas Protestan selalu mendapatkan tekanan dari penganut Katolik yang mayoritas. Sebaliknya, giliran mereka menekan minoritas Katolik  ketika mereka sendiri sebagai mayoritas. Sehingga masing-masing pihak merasa takut dan tidak aman.</p>
<p>Raja Louis XIV turut merasakan kekuatan Protestan sebagai sesuatu yang membahayakan stabilitas negara dan kekuasannya. Apalagi kemajuan mereka dalam hal ekonomi dan kekuasaan dianggap berseberangan dengan pandangannya yaitu “<em>L’stat, c’est moi</em>” (Saya adalah negara). Sehingga kekuatan Huguenots seperti membentuk negara dalam negara dan melawan pemerintahan terpusat yang diinginkan Louis XIV. Akhirnya, Louis XIV berkeinginan melemahkan kekuatan mereka atau kalau perlu dihancurkan semuanya.</p>
<p>Sementara itu, penganut Katolik di Prancis sedang berang atas kasus hukuman mati yang dijatuhkan kepada lima orang Yesuit di London pada tanggal 30 Juni 1679. Kemudian Raja Louis XIV didesak oleh penganut Katolik Prancis untuk menekan para Huguenots yang dianggap bidaah. Dalam kurun waktu sepuluh tahun (1660-1679) terciptalah dua belas undang-undang untuk melawan Huguenots dan bertambah lagi menjadi delapan puluh lima dari 1979 sampai 1685<a href="#_ftn2">[2]</a>.</p>
<p>Di bawah Kardinal Mazarin, Raja Louis XIV mengirimkan pasukan kerajaan untuk menguasai perbatasan dan wilayah-wilayah Huguenots. Pengiriman pasukan inilah yang mendasari peristiwa <em>dragonnades </em>dan ribuan Huguenots mengungsi ke luar negri untuk menghindari peristiwa berdarah ini. Langkah politik yang diambil oleh Louis XIV menimbulkan kemarahan dari negara-negara tetangga yang mendukung Huguenots.</p>
<p><strong>Edikt Fontainebleu</strong></p>
<p>Penganiayaan oleh Louis XIV terhadap Huguenots berpuncak pada tanggal 18 Oktober 1685, dengan mencabut seluruh hasil Edikt Nantes melalui Edikt Fontainebleu. Seluruh cara ini dilakukan oleh Raja Louis XIV untuk mendongkrak popularitasnya dengan membentuk kerajaan yang terdiri dari satu agama saja, yaitu Katolik Roma, dengan demikian kesatuan politis dapat terlaksana. Louis XIV ingin menunjukkan kepada Paus Innocentius XI bahwa dirinya adalah seorang pembela yang luar biasa bagi Gereja Katolik, termasuk berkenaan dengan masalah Galikanisme.</p>
<p>Melalui maklumat ini terjadilah penghancuran-penghancuran terhadap rumah ibadat Calvinis dan penutupan bagi seluruh sekolah Protestan. Sebanyak 200.000 Calvinis pergi melarikan diri ke Inggris, Jerman, Swiss dan Belanda. Pengungsian ini mengakibatkan hancurnya keadaan ekonomi Prancis karena Huguenots yang ahli dalam berbagai bidang ikut melarikan diri.</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Jedin, Hubert. <em>History of The Church</em>. Vol. VI. London: Burns and Oates,1981.</p>
<p>Kristiyanto, Eddy. <em>Reformasi dari Dalam: Sejarah gereja Jaman Modern</em>. Jogjakarta: Kanisius, 2004.</p>
<p>&#8212;.”The Revocation of Edict of Nantes”. Diunduh dari <a href="http://www.historyguide.org/earlymod/revo_Nantes.">www.historyguide.org/earlymod/revo_Nantes.</a>html pada tanggal 27 Maret 2010 pukul 13.00.</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> Kristiyanto, Eddy., <em>Reformasi dari Dalam: Sejarah Gereja Jaman Modern</em>. Jogjakarta: Kanisius, 2004, hlm. 125.</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Jedin, Hubert., <em>History of The Church, vol VI</em>. London: Burn and Oates, 1981, hlm. 73.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/143/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/143/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=143&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/intoleransi-prancis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/hugforside.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">hugforside</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenapa Manusia Tidak Pernah Puas?</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/kenapa-manusia-tidak-pernah-puas/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/kenapa-manusia-tidak-pernah-puas/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Apr 2010 08:08:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[filsafat]]></category>
		<category><![CDATA[kebaikan]]></category>
		<category><![CDATA[kehendak]]></category>
		<category><![CDATA[manusia]]></category>
		<category><![CDATA[puas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Suatu hari seorang teman bercerita kepada saya mengenai acara liburannya. Ia mengeluhkan bahwa orang tuanya selalu mengajaknya berlibur ke Hong Kong. Padahal ia sudah bosan liburan ke Hong Kong dan ingin berlibur ke negara lain. Mennaggapi ceritanya saya hanya bisa tersenyum dan saat itu saya merasa bahwa senyuman adalah jawaban yang paling baik. Namun, dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=139&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="http://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-451627/Were-Champions-League-youre--Henry-ridicules-Tottenhams-goal-celebrations.html"><img class="alignleft size-medium wp-image-140" title="http://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-451627/Were-Champions-League-youre--Henry-ridicules-Tottenhams-goal-celebrations.html" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/jermainejenasl_468x375.jpg?w=251&#038;h=202" alt="" width="251" height="202" /></a>Suatu hari seorang teman bercerita kepada saya mengenai acara liburannya. Ia mengeluhkan bahwa orang tuanya selalu mengajaknya berlibur ke Hong Kong. Padahal ia sudah bosan liburan ke Hong Kong dan ingin berlibur ke negara lain. Mennaggapi ceritanya saya hanya bisa tersenyum dan saat itu saya merasa bahwa senyuman adalah jawaban yang paling baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, dalam hati kecil saya tercetus sebuah pertanyaan: Mengapa manusia tidak pernah puas? Dalam kasus teman saya ini, saya merasa bahwa bisa berlibur ke Hong Kong adalah suatu rahmat yang luar biasa. Tentu saja karena saya belum pernah ke luar negeri barang satu kali pun.<span id="more-139"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Pertanyaan ini telah lama saya pendam, akhirnya hari ini saya mendapatkan jawabannya. Walaupun mungkin tidak 100% terpuaskan, tapi jawaban ini cukup mengobati rasa ingin tahu saya yang terus-menerus minta dijawab.</p>
<p style="text-align:justify;">Kehendak manusia selalu terarah kepada kebaikan yang tak terbatas. Tetapi selama manusia hidup, ia hanya akan menerima kebaikan yang terbatas saja. Karena manusia memiliki “kebebasan kehendak”, manusia tidak harus memilih yang terbatas itu. Kebaikan baru diterima sebagai kebaikan kalau manusia sudah mendapatkan kebaikan yang tidak  terbatas.</p>
<p style="text-align:justify;">Misalnya begini. Saya menginginkan sop kambing, lalu saya dihadapkan pada seratus menu lain yang bisa saya pilih. Bisa saja saat itu saya memilih nasi goreng atau gado-gado, bukannya sop kambing seperti yang saya kehendaki. Dalam contoh ini, makanan yang bisa saya pilih adalah pemenuhan kehendak saya yang baik, tapi terbatas. Sedangkan memilih untuk makan sop kambing atau gado-gado adalah kebebasan kehendak yang saya miliki.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketidakmampuan manusia untuk memenuhi kehendaknya untuk mendapatkan kebaikan yang tidak terbatas adalah penyebab mengapa manusia tidak pernah puas. Kalau begitu bukankah ketidakpuasan adalah manusiawi?</p>
<p style="text-align:justify;">
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/139/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/139/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=139&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/04/15/kenapa-manusia-tidak-pernah-puas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/04/jermainejenasl_468x375.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">http://www.dailymail.co.uk/sport/football/article-451627/Were-Champions-League-youre--Henry-ridicules-Tottenhams-goal-celebrations.html</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Siddhartha dan Semut</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/siddhartha-dan-semut/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/siddhartha-dan-semut/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 14:24:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sekejap Bijak]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[Budha]]></category>
		<category><![CDATA[deepak chopra]]></category>
		<category><![CDATA[dharma]]></category>
		<category><![CDATA[gautama]]></category>
		<category><![CDATA[perkasa]]></category>
		<category><![CDATA[semut]]></category>
		<category><![CDATA[sidharta]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=133</guid>
		<description><![CDATA[Siddhartha dan Semut Alkisah, suatu kali ketika Siddhartha duduk di atas sebongkah batu bulat di taman istana. Ia terpesona dengan sekoloni semut hitam yang sedang menguasai sarang rayap. Duduk berlama-lama di atas batu taman sebenarnya sudah menjadi kebiasaan dalam hidup pangeran muda ini. Setiap hari selalu saja ada yang mempesonanya. Seperti arak-arakan awan-gemawan yang berbaris [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=133&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Siddhartha dan Semut</strong></p>
<p><strong><a href="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-kushalathero-elakiri.jpg"><img class="aligncenter size-medium wp-image-134" title="www.kushalathero.elakiri" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-kushalathero-elakiri.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p>Alkisah, suatu kali ketika Siddhartha duduk di atas sebongkah batu bulat di taman istana. Ia terpesona dengan sekoloni semut hitam yang sedang menguasai sarang rayap. Duduk berlama-lama di atas batu taman sebenarnya sudah menjadi kebiasaan dalam hidup pangeran muda ini. Setiap hari selalu saja ada yang mempesonanya. Seperti arak-arakan awan-gemawan yang berbaris rapi menunggu kedatangan sang angin yang menjatuhkan butiran-butiran air ke permukaan bumi untuk membantu suatu kehidupan baru. Atau seekor lebah yang asik menghisap madu bunga mawar merah, namun tidak menyadari bahwa ada mahluk lain yang mengintip di balik daun untuk memangsanya. Atau bahkan memperhatikan kepompong yang bergayut pada sebuah ranting pohon. Ia memperhatikan kepompong tersebut berhari-hari sampai pada akhirnya seekor kupu-kupu terbang bebas dari dalamnya. Dengan susah payah kupu-kupu itu mencoba mendobrak cangkang kepompongnya untuk keluar sebagai mahluk baru. Menghirup udara segar bukan lagi sebagai ulat hijau yang menjijikkan, tapi sebagai kupu-kupu indah dengan dengan berbagai warna. Ia terbang melenggak-lenggok menunjukkan keindahan dirinya. Pangeran muda itu tersenyum setiap membayangkan kalau saja dirinya bisa keluar dari dirinya sendiri seperti kepompong yang berubah menjadi kupu-kupu. Terbang dengan genit mencari bunga-bunga bermandikan embun pagi penuh madu.  Namun, kali ini pandangannya tertuju pada koloni semut tersebut.</p>
<p>Tiba-tiba Prajapati, bibi sang pangeran, datang menghampiri Siddhartha yang masih terpesona dengan penemuan barunya. Prajapati menghentikan langkahnya di samping Siddhartha, memperhatikan hal yang sama dengan keponakannya.</p>
<p>“Siapa yang menang?” tanyanya.</p>
<p>“Itu tidak penting.” Jawab Siddhartha halus.<a href="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/fc01-deviantart-net.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-135" title="fc01.deviantart.net" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/fc01-deviantart-net.jpg?w=204&#038;h=300" alt="" width="204" height="300" /></a></p>
<p>Siddhartha menyaksikan seekor semut tentara yang menggotong rayap muda dengan capitnya yang besar. Jalan semut itu terhalang kerikil besar. tidak peduli dengan beban yang ia bawa dua kali lipat dari besar tubuhnya, ia tetap mencoba memanjat kerikil tersebut yang ukurannya lima kali lebih besar dari tubuh si semut. Namun rupanya jalan yang ia tempuh terlalu curam, sehingga sedetik kemudian justru semut itu terpelanting jatuh. Si semut memanjat lagi, terpelanting lagi, memanjat lagi untuk yang ketiga kalinya.</p>
<p>“Bodoh! Harusnya ia memilih untuk tidak melalui batu itu,” Prajapati berkomentar.</p>
<p>“Yang perkasa tidak memilih jalan memutar.” Siddhartha menggeleng.</p>
<p>“Memang semut seperkasa apa?” Lanjut Prajapati penuh keheranan.</p>
<p>“Semut itu menganggap dirinya perkasa. Itu yang penting.”</p>
<p>“Aku bisa menginjaknya. Kalau begitu dia seperkasa apa?” Prajapati tidak mau kalah.</p>
<p>Sambil tersenyum, ia menatap bibinya, lalu mengucapkan sesuatu, “Tuhan bisa menginjak ayahku, tapi beliau tetap menganggap dirinya perkasa.”</p>
<p>“Itu tidak sama!.” Prajapati membalasnya dengan cepat.</p>
<p>Siddhartha kembali tersenyum, kemudian ia mengangkat semut itu. Sambil menatap mainan barunya, ia berkata dengan tenang dan halus.</p>
<p>“Kalau kau menganggap dirimu perkasa, hanya itu yang penting. Tidak ada seorangpun sungguh-sungguh perkasa.”</p>
<p>Mendengar penjelasan Siddhartha, Prajapati tersentak tapi ia tidak mengatakan apa-apa lagi.</p>
<p><strong>Nb:</strong></p>
<p>Kisah ini benar-benar menginspirasikan saya. Sebenarnya ide cerita ini berasal dari sebuah buku yang berjudul &#8220;Buddha&#8221; karya Deepak Chopra. Namun, karena saya sedang belajar menulis, saya mencoba menuliskan kisah ini dengan kata-kata saya sendiri dengan tidak mengurangi esensi dari kisah yang menakjubkan ini. Selamat menikmati.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/133/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/133/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=133&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/siddhartha-dan-semut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-kushalathero-elakiri.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">www.kushalathero.elakiri</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/fc01-deviantart-net.jpg?w=204" medium="image">
			<media:title type="html">fc01.deviantart.net</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bunuh Diri Di Indonesia</title>
		<link>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/bunuh-diri-di-indonesia/</link>
		<comments>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/bunuh-diri-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 07 Feb 2010 13:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Depeholic</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[durkheim]]></category>
		<category><![CDATA[emile durkheim]]></category>
		<category><![CDATA[suicide]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://depeholic.wordpress.com/?p=130</guid>
		<description><![CDATA[Bunuh Diri Di Indonesia Bunuh Diri Sebagai Tren Baru Dalam kultur Indonesia, bunuh diri merupakan hal asing dan sangat tabu untuk dilakukan. Sayangnya, beberapa tahun belakangan ini angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia sungguh-sungguh menunjukkan fakta yang sangat mengejutkan. Bunuh diri seakan-akan menjadi suatu tren yang mulai marak kita jumpai di Indonesia. Di Gunung [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=130&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Bunuh Diri Di Indonesia</strong></p>
<p><strong><a href="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-mtbshorts-co-az.jpg"><img class="alignright size-medium wp-image-131" title="www.mtbshorts.co.az" src="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-mtbshorts-co-az.jpg?w=300&#038;h=225" alt="" width="300" height="225" /></a><br />
</strong></p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Bunuh Diri Sebagai Tren Baru</strong></p>
<p>Dalam kultur Indonesia, bunuh diri merupakan hal asing dan sangat tabu untuk dilakukan. Sayangnya, beberapa tahun belakangan ini angka kematian akibat bunuh diri di Indonesia sungguh-sungguh menunjukkan fakta yang sangat mengejutkan. Bunuh diri seakan-akan menjadi suatu <em>tren</em> yang mulai marak kita jumpai di Indonesia. Di Gunung Kidul pada tahun 1999 kasus bunuh diri ada 39 orang, pada tahun 2002 ada 29 orang, pada tahun 2003 ada 26 orang dan pada tahun 2004 ada 31 orang. Di DKI Jakarta pada tahun 2003 berjumlah 62 orang sementara pada tahun 2002 hanya mencapai 19 orang.<a href="#_ftn1">[1]</a></p>
<p>Besarnya angka kematian karena bunuh diri di Indonesia kerap kali masih dianggap bukan masalah yang serius. Padahal sesungguhnya melakukan bunuh diri merupakan keputusan tertinggi yang diambil oleh seorang manusia untuk menghabisi hidupnya sendiri. Yang lebih luar biasa lagi adalah bahwa keputusan ini diambil ketika seseorang dalam keadaan sadar dan tidak dalam pengaruh obat-obatan dan alkohol.</p>
<p>Fenomena ini menjadi semakin menarik ketika kasus bunuh diri yang kita jumpai mulai merengkuh generasi muda bangsa ini. Generasi muda yang merupakan cerminan masyarakat dan harapan bangsa ke depan, ternyata malah frustasi dan sangat mudahnya melakukan bunuh diri. Walaupun tindakan mereka tidak bisa dikatakan mewakili mental remaja kita secara umum, namun fenomena bunuh diri yang dilakukan oleh beberapa remaja bahkan anak dibawah umur harus disingkapi secara serius.</p>
<p>Seperti yang diberitakan dalam koran harian Pikiran Rakyat bahwa dalam seminggu ada lima orang tewas karena gantung diri. Alasan mereka pun sangatlah beragam, ada yang karena tidak mampu membayar uang SPP, ada yang merasa tidak dipedulikan orang tuanya, dan ada pula karena tidak naik kelas.  Seperti Rahmat Fauzi, seorang pemuda berusia 17 tahun, nekat bunuh diri karena dikucilkan oleh teman-teman di lingkungan rumahnya. Aksi nekat ini dilakukannya di rumahnya sendiri.<a href="#_ftn2">[2]</a></p>
<p>Sebenarnya faktor apa yang mendorong orang berani memutuskan untuk menghabisi nyawanya sendiri? Dari berbagai ulasan yang pernah saya baca, keadaan ekonomi yang tak pernah membaik dari tahun ke tahun membuat sebagian besar rakyat bangsa ini putus asa. Pengeluaran yang besar tidak disertai dengan pemasukan yang besar, sedangkan tekanan hidup semakin hari semakin berat rasa-rasanya tak tertangguhkan lagi. Ketika seseorang dihadapkan pada keadaan ini, lama-kelamaan tingkat stress dan depresi yang mereka terima semakin berat. Pada akhirnya mereka merasa tidak bisa berbuat apa-apa lagi selain memutuskan untuk mati. Bahkan tak jarang terjadi kasus bunuh diri yang melibatkan seluruh keluarga.</p>
<p><strong> </strong></p>
<p><strong>Mengapa Bunuh Diri</strong></p>
<p><strong> </strong>Bunuh diri sebenarnya tidak mencari maut, tapi dialami sebagai jalan penyelesaian masalah-masalah yang mendesak dalam hidup. Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata bunuh diri memiliki arti sengaja mematikan diri sendiri. (Kamus Besar Bahasa Indonesia, 1990: 138).</p>
<p>Emile Durkheim, seorang sosiolog Prancis, berpendapat bahwa setiap orang mempunyai suatu tingkat keterikatan tertentu terhadap kelompok-kelompok dalam masyarakat. Hal ini disebut sebagai “integrasi sosial”.<a href="#_ftn3">[3]</a> Menurutnya, tinggi-rendahnya tingkat integrasi sosial dapat menghasilkan bertambahnya tingkat bunuh diri.</p>
<p>Dalam bukunya yang berjudul “Bunuh Diri”, Durkheim menuliskan bahwa masyarakat Katolik mempunyai tingkat integrasi yang normal, sementara masyarakat Protestan mempunyai tingkat integritas rendah. Berdasarkan tingkat integrasi sosial yang berbeda-beda tersebut, Durkheim mengkategorikan kasus bunuh diri ke dalam tiga tipe, yaitu:</p>
<ol>
<li><em>Altruistic Suicide</em>. Orang-orang dalam kelompok ini melakukan bunuh diri karena integrasi sosial kemasyarakatan yang dimiliki terlalu kuat. Artinya adalah bahwa seseorang yang memiliki tingkat integritas kelompoknya tinggi, maka akan semakin tinggi pula kerelaan anggota berkorban untuk kelompoknya dengan cara bunuh diri. Misalnya, seperti tentara Kamikaze Jepang pada Perang Dunia II yang rela menabrakkan pesawatnya ke daerah pertahanan musuh.</li>
<li><em>Egoistic Suicide</em>. Orang-orang dalam kelompok ini melakukan bunuh diri karena integrasi sosial kemasyarakatan yang dimilikinya lemah. Hal ini dikarenakan individu mengalami krisis kepercayaan terhadap masyarakat dimana ia tinggal. Sehingga  ia merasa tidak ada tempat lain lagi untuk berpijak kecuali rasa kesepian yang begitu menekan. Kasus bunuh diri ini sering terjadi pada anak remaja yang mengalami rasa malu atau rasa takut yang berlebihan. Misalnya seperti seorang anak yang gantung diri karena malu belum bisa membayar uang SPP.</li>
<li><em>Anomic Suicide</em>. Orang-orang dalam kelompok ini melakukan bunuh diri dikarenakan situasi eksternal yang menekan individu, seperti tekanan ekonomi, politik, dan psikososial lainnya.</li>
</ol>
<p>Menurut Durkheim jika kita ingin mencari penyebab suatu kasus, maka harus</p>
<p>mempelajari, mengamati situasi, dan kondisi yang melatarbelakangi terjadinya peristiwa tersebut lalu membandingkan dengan situasi dan kondisi lain yang melatarbelakangi mengapa peristiwa itu tidak terjadi.<a href="#_ftn4">[4]</a></p>
<p>Pada tahun 2005, tingkat bunuh diri di Indonesia dinilai masih cukup tinggi. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) pada 2005, sedikitnya 50.000 orang Indonesia melakukan tindak bunuh diri tiap tahunnya. Dengan demikian, diperkirakan 1.500 orang Indonesia melakukan bunuh diri per harinya.</p>
<p>Data ini semakin diperkuat dengan adanya penuturan dari Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Trisakti A Prayitno, pada acara peringatan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia di Jakarta, Senin (8/10). Ia mengatakan bahwa faktor penyebab orang nekat bunuh diri karena kemiskinan yang terus bertambah, mahalnya biaya sekolah dan kesehatan, serta penggusuran. Semua itu berpotensi meningkatkan depresi akibat bertambahnya beban hidup.<a href="#_ftn5">[5]</a></p>
<p>Jelas ini sangat memprihatinkan, apalagi latar belakang para pelaku bunuh diri karena sakit yang tak kunjung sembuh ada 5 kasus, terhimpit masalah ekonomi 25 kasus, dan frustasi ada 9 kasus. Yang membuat miris, justru terbesar dilakukan petani sebanyak 22 kasus, swasta 10 kasus, buruh dan pelajar masing-masing 5 dan dua kasus.</p>
<p>Sementara untuk tahun 2007, terdapat 12 korban bunuh diri karena terimpit persoalan ekonomi, delapan kasus lainnya akibat penyakit yang tak kunjung sembuh lantaran tidak punya uang untuk berobat, dan dua kasus akibat persoalan moral yakni satu orang lantaran putus cinta, dan seorang akibat depresi.</p>
<p>Tentu saja perubahan-perubahan yang mendadak terjadi dalam masyarakat, seperti krisis ekonomi yang parah pada umumnya berkaitan dengan meningkatnya kasus bunuh diri. Masalah kemiskinan biasanya berdampak pada meningkatnya frustasi karena keinginan-keinginan yang diperlukan oleh masyarakat tak bisa dipenuhi. Akibatnya angka bunuh diri meningkat.</p>
<p><strong>STOP Bunuh Diri</strong></p>
<p>Berdasarkan data-data dan teori yang tertuang pada paragraf di atas, jelas sekali bahwa kemiskinan di Indonesia adalah faktor utama yang membuat orang nekat memutuskan untuk bunuh diri.  Apa lagi ditambah dengan adanya kerenggangan hubungan dengan kelompok masyarakat tertentu. Orang melakukan bunuh diri karena merasa tidak diperhatikan, tidak dianggap dan merasa tidak berarti lagi, sehingga menurutnya tidak ada gunanya lagi ia hidup.</p>
<p>Untuk itu kita perlu mengadakan upaya pencegahan terhadap pelaku bunuh diri, sehingga fenomena ini tidak menjadi <em>tren</em> di Indonesia. Kalau begitu siapa yang bertanggung jawab untuk mengupayakan pencegahan tindakan bunuh diri tersebut? Apakah masyarakat, pemerintah, atau orang yang melakukannya. Kalau dilihat dari latar belakang permasalahan bunuh diri di atas, memang ketiga-tiganya patut bertanggung jawab. Karena hubungan sosial yang terjalin antara masyarakat, negara, dan pelaku dalam suatu integrasi sosial adalah suatu kekuatan maha dasyat yang dapat melindungi masyarakat dari perasaan untuk melakukan tindakan bunuh diri. Oleh sebab itu mereka wajib mengusahakan upaya ini secara optimal</p>
<p><strong>Daftar Pustaka</strong></p>
<p>Chang, William., <em>Bioetika: Sebuah Pengantar</em>. Yogyakarta: Penerbit Kanisius, 2009.</p>
<p>Durkheim, Emile., <em>Suicide</em>. New York: The Free Press, 1966.</p>
<p>Rais, Muhammad., <em>Bunuh Diri Tren Baru Di Kalangan Remaja</em>. Jurnal Keluarga Vol. 01 (2007): 65-88.</p>
<p>Wibowo, Tri Santoso., 50.000 Orang Indonesia Bunuh Diri. 2007. <a href="http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.e=883&amp;.g=news&amp;.s=berita">http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.e=883&amp;.g=news&amp;.s=berita</a> (Diunduh pada 28 November 2009).</p>
<hr size="1" /><a href="#_ftnref1">[1]</a> <a href="http://berbagi.net/content/view/627/137/">http://berbagi.net/content/view/627/137/</a> (diunduh pada tanggal 29 November 2009).</p>
<p><a href="#_ftnref2">[2]</a> Pikiran Rakyat 26/7/2006</p>
<p><a href="#_ftnref3">[3]</a> Anonim., <em>Bunuh Diri Tren Baru Di Kalangan Remaja</em>. Jurnal Keluarga Vol.01 (2007): Hlm.160.</p>
<p><a href="#_ftnref4">[4]</a>Rais, Muhammad., Ibid,  Hlm.67.</p>
<p><a href="#_ftnref5">[5]</a> <a href="http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.e=883&amp;.g=news&amp;.s=berita">http://www.vhrmedia.com/vhr-news/berita-detail.php?.e=883&amp;.g=news&amp;.s=berita</a> (diunduh pada tanggal 28 november 2009)</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/depeholic.wordpress.com/130/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/depeholic.wordpress.com/130/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=depeholic.wordpress.com&amp;blog=3851432&amp;post=130&amp;subd=depeholic&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://depeholic.wordpress.com/2010/02/07/bunuh-diri-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/7d2fafe30a5db70fc214ff9ba99fadef?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">Depeholic</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://depeholic.files.wordpress.com/2010/02/www-mtbshorts-co-az.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">www.mtbshorts.co.az</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
