Posted by: Depeholic on: Juli 23, 2008
Visi dan Misi Paroki
Bagi pengurus Dewan Paroki, Visi dan Misi Paroki merupakan panduan perjalanan kearah mana Paroki akan dibawa dan panduan ini masih dinilai tetap relevan untuk dilaksanakan. Visi dan misi Paroki Santo Arnoldus Bekasi adalah: Terwujudnya Persekutuan Umat Katholik Berkualitas, Memiliki Spiritualitas Kristiani yang Dihayati Secara Baru dan Solidaritas Tinggi. Sedangkan misinya berbunyi Membangun, Membangktikan dan Menggerakkan Komunitas Umat Basis yang Lebih Terbuka,Bersahabat, Simpatik dan Berdaya Tahan. Upaya ini diharapkan akan meningkatkan kualitas keluarga dan kaum muda dalam iman dan karya di tengah-tengah masyarakat. Pembangunan keluarga dan kaum muda sangatlah penting, karena fondasi Gereja ada pada keluarga, maka keberhasilan pembangunan keluarga berikut generasi mudanya akan menentukan keberhasilan pembangunan Gereja. Keluarga yang lestari akan tercapai apabila anak-anaknya dibangun, demikian pula Gereja akan berkembang kalau memberi ruang yang luas kepada kaum muda.
Sejarah
Bertambahnya Umat Katholik di Bekasi merupakan awal dari munculnya ide mendirikan Gereja Santo Arnoldus Bekasi. Selain itu, umat yang tadinya beribadat ke Santa Anna Duren Sawit mulai merasa keberatan karena harus menempuh jarak yang sangat jauh untuk pergi ke Gereja. Maka, pada tahun 1979, didirikanlah sebuah stasi di Bekasi. Namun karena minimnya dana, stasi Bekasi meminjam ruangan kelas TK Strada Budi Luhur di jalan Ir. Hadi Juanda.. Jadi, ketika pagi menjadi sebuah sekolah,dan pada sore harinya berubah fungsi menjadi tempat ibadah.. Caranya dengan memindahkan bangku dan sekat-sekat kelas. Bisa dikatakan bahwa guru-guru Strada-lah yang berperan besar membidani berdirinya Gereja Santo Arnoldus Bekasi.
Melihat semakin pesatnya pertumbuhan Umat Katholik di Bekasi, maka muncullah ide untuk mendirikan sebuah bangunan tetap sebagai gereja yang tidak perlu menumpang lagi dengan TK Strada. Melalui perjuangan panjang, akhirnya Gereja Santo Arnoldus Bekasi berdiri dan diresmikan sebagai bangunan tetap pada tahun 1986 dengan P. Jan Lali, SVD sebagai pastor Kepala Paroki. Nama Santo Arnoldus sendiri diberikan P. Jan Lali, SVD sebagai bentuk penghormatannya kepada pendiri SVD yaitu Arnoldus Jansen, sekaligus sebagai simbol berdirinya Gereja SVD pertama di Bekasi.
Sebagai Gereja pertama di Bekasi, Santo Arnoldus memiliki lokasi yang strategis. Yaitu berada di pusat kota, tepatnya di belakang Terminal Bekasi, Pasar Baru, dan Sekolah Starada Budi Luhur. Hal ini menjadikan Gereja Santo Arnoldus sebagai pusat pergerakan Umat Katholik di Bekasi.
Sebagai Paroki yang terletak di pinggir Kota Jakarta dan seiring berkembangnya waktu, Umat Katholik di Paroki ini pun terus bertambah. Hal ini disebabkan karena keluarga muda dan para pendatang mulai pindah ke Bekasi. Perkembangan tersebut terus bertambah secara signifikan dari tahun ke tahun. Dapat dilihat dari banyaknya baptisan dewasa dan anak-anak yang dilaksanakan di Paroki ini. Dalam data yang ditemukan, kurang lebih 150 orang yang menerima baptisan dewasa setiap tahunnya dan kurang lebih 25 orang yang menerima baptisan anak-anak setiap bulannya. Maka jangan kaget bila kini Umat Paroki Santo Arnoldus Bekasi telah mencapai 21.000 orang belum termasuk umat yang merantau atau umat yang hanya ke Gereja setiap hari besar saja.
Banyaknya keluarga muda yang pindah menjadikan Paroki ini sebagai pusat kegiatan beragama seluruh Umat Katholik di Bekasi, sehingga Paroki yang lumayan besar ini seringkali tidak bisa menampung jumlah umat yang tersebar di wilayah Bekasi yang luas. Oleh sebab itu mulailah terbentuk stasi-stasi baru dari Paroki ini. Sekarang Gereja Santo Arnoldus Bekasi telah meniliki 5 Stasi yang telah menjadi Paroki. Yaitu: Gereja Santo Michael Kranji, Gereja Santo Bartolomeus Galaxi, Gereja Santa Clara Bekasi Utara, Gereja Bunda Teresa Cikarang dan yang baru saja diresmikan adalah Gereja Santo Petrus Tambun.
Keadaan Paroki
Walaupun telah memiliki 5 anak, pada kenyataannya Paroki Santo Arnoldus Bekasi belum bisa menampung seluruh kegiatan umatnya. Seringkali bagi sebagian besar umat, kebutuhan akan Pastor masih sangat penting, sehingga sedikitnya Pastor membuat umat tidak dengan mudah mendapat kunjungan Pastornya. . Seperti sekarang ini misalnya hanya ada 3 Pastor untuk mengembalakan 21.000 orang.
Paroki Santo Arnoldus sendiri terdiri dari banyak wilayah yang terus bertambah setiap tahunnya. Sampai saat ini Gereja Santo Arnoldus memiliki 33 Wilayah dengan 149 lingkungan dan setiap lingkungan terdiri dari kurang lebih 40 kepala keluarga yang masih mengalami pemekaran.
Sejak berdiri sebagai gereja, Santo Arnoldus telah mengalami 6 kali pergantian kepala paroki. Yaitu: P. Jan Lali SVD, P. Ben Lujan SVD, P. Hendrik Mulon SVD, P. Felix Mado SVD, P. Lucius Sari Uran SVD, dan yang terakhir serta masih memimpin adalah P. Anselmus Selbus SVD.
Pada umumnya pergantian kepala paroki diadakan setiap 3 tahun sekali. Tetapi khusus P. Jan Lali SVD dan P. Lucius Sari Uran SVD mereka memimpin melebihi batas waktu tersebut. Kita tidak pernah melupakan jasa kedua Pastor ini sebagai motor perkembangan Paroki. Mereka tidak hanya dekat dengan umat paroki tetapi juga dekat dengan masyarakat sekitar. Dengan merangkul semua golongan masyarakat, Gereja Santo Arnoldus Bekasi dapat menjalin kerukunan hidup beragama yang baik.
Gereja, Masyarakat Sekitar dan Umatnya
Maraknya penutupan Gereja serta sulitnya mendirikan sebuah Gereja di Indonesia ternyata bukan merupakan masalah rumit yang dihadapi oleh Gereja Santo Arnoldus. Buktinya, sejak awal hingga saat ini tidak pernah ada orang yang mengeluhkan hadirnya Gereja ini di tengah-tengah lingkungan mereka. Bahkan mereka mensyukuri kehadiran Gereja sebagai bentuk kerukunan umat beragama yang baik. Selain itu hadirnya Gereja merupakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar karena mereka dapat berjualan di sekitar Gereja. Tetapi kemudahan ini tidak menjadikan kita lengah, melainkan tetap harus menjaga relasi yang tepat dan mendalam. Sehingga hubungan baik antara Gereja dan masyarakat sekitar tetap terjalin harmonis dengan komunikasi yang terbuka. Hal ini pulalah yang selalu menjadi pesan penting para kepala paroki kepada para penggantinya.
Selain itu beberapa strategi Paroki Santo Arnoldus untuk tetap mempererat persaudaraan adalah dengan cara mengundang mereka sebagai tamu kehormatan dalam acara-acara Gereja, seperti Natalan dan Paskahan. Dewan Paroki sering kali menyisipkan acara Paroki yang melibatkan masyarakat sekitar seperti: pengobatan gratis, bagi-bagi sembako, buka puasa bersama, tujuh belasan sampai pertolongan bila ada bencana alam. Setiap Hari Raya Idul Fitri, pastor tidak pernah lupa berkunjung bersilahturahmi dengan ketua RT dan RW dengan parsel di tangan. Kebiasaan ini sangat berkenan di hari masyarakat sekitar, sehingga muncullah bentuk persaudaraan dari kedua belah pihak dengan saling mengunjungi pada hari besar agama seperti Lebaran dan Natal. Akhirnya, dengan adanya kebersamaan antara Gereja dengan masyarakat, maka mereka bersama-sama merasa ikut bertanggung jawab terhadap kepemilikan Gereja.
Sebagai Paroki yang terletak di pusat kota Bekasi sekaligus di pinggiran Kota Jakarta, Gereja Santo Arnoldus tidak hanya menjadi pusat kegiatan Umat Katholik, tetapi sekaligus tempat pencampuran budaya antara warga pendatang dengan masyarakat sekitar. Maka seringakali diadakan acara khusus untuk menghormati suku tertentu seperti Misa Bahasa Mandarin ketika Imlek dan Misa dengan bahasa Jawa lengkap dengan alunan gamelannya ketika malam 1 Suro. Bahkan mereka sudah juga mengadakan misa berbahasa Batak. Pada saat kegiatan liturgi khusus ini, biasanya sebagian umat dari etnis dan budaya yang berbeda tetap antusias mengikuti misa kudusnya.
Perkembangan Kelompok Kategorial sangat pesat dan subur di Arnoldus. Wanita Katolik RI hidup di seluruh wilayah Santo Arnoldus. Kegiatan-kegiatan social yang dilakukan oleh Wanita Katolik RI Cabang Santo Arnoldus memiliki dampak positif. Tidak saja bagi umat, tetapi juga masyarakat sekitar. Demikian juga dengan KKMK, Pasukris, ME, Legio Maria, THS/THM, mau pun Kelompok Karismatik, semua ini berjalan saling berdampingan dan mengisi ruang-ruang di Paroki dengan berbagai kegiatan. Kursus Evangelisasi Pribadi selalu penuholeh peserta. Sementara THS/THM merupakan kelompok beladiri anak muda yang seringkali jadi pemenang dalam ajang kompetisi se Jabotabek.
Gereja yang Strategis
Letak gereja Santo Arnoldus yang sangat dekat dengan terminal Bekasi, membuat gereja ini mengalami pembengkakkan umat pada saat hari besa seperti Paskah dan Natal. Hal ini disebabkan karena umat Katholik yang berasal dari luar wilayah Santo Arnoldus ikut misa. Letak gereja yag dekat dengan terminal, memudahkan umat dapat meneruskan perjalanan ke tempat tujuan setelah selesai mengikuti misa.
Besarnya jumlah umat Katholik Santo Arnoldus, dan letak gereja yang dekat dengan terminal dan pasar, membuat Dewan Paroki sangat berhati-hati dalam mengelola keamanan di lingkungan gereja. Ada Tim 9, yang menjadi tim inti yang selalu mengkontrol keamanan gereja, dan berkoordinasi dengan berbagai pihakm seperti RT, RW, dan polisi. Bahkan Banser dari Pamuda Anshor juga pernah membantu memberikan pengamanan pada saat-saat suasana tidak kondusif. Ouji Tuhan selama ini tidak pernah terjadi permasalahan keamanan yang mengkhawatirkan. Semua masalah dapat diselesaikan dengan baik, berkat kerjasama yang terjalin dengan masyarakat sekitar.
Tantangan Gereja Santo Arnoldus
Disadari, tidaklah mudah menggembalakan 21.000 umat di Gereja Santo Arnoldus Bekasi. Dengan kegiatan yang termasuk padat dan penuh variasi pun, tidak semua umat dapat merasa puas. Jumlah pastor yang hanya tiga orang, membuat para pastor harus pandai menyusun skala prioritas, sehingga tidak menimbulkan kecemburuan di antara umatnya. Bekasi yang sebagian besar umat bekerja di Jakarta juga mempunyai tantangan tersendiri.Tidak mudah bagi Dewan Paroki ketika harus mengadakan rapat pleno mengumpulkan seluruh ketua wilayah. Daerah yang cukup luas, membuat kesulitan membina komunikasi di antara pengurus wilayah dengan paroki. Seringkali rapat diadakan seolah-olah berkejaran dengan waktu, karena peserta rapat sudah harus pulang karena perjalanan ditempuh cukup jauh dengan biaya transport yang lumayan tinggi pula. Rapat di antara pengurus Dewan Paroki efektif baru bisa dilaksanakan pukul 20.00, dan dapat selesai di atas pukul 23.00. Hal ini kadangkala menyulitkan para pengurus wanita yang ingin mengikuti jalannya rapat sampai habis.
Tantangan lain yang dirasakan adalah justru dalam mengawal keluarga-keluarga muda yang banyak tinggal di Bekasi dengan segala permasalahannya. Jarak antara rumah dan tempat kerja yang jauh, membuat komunikasi dan waktu bertemu di antara anggota keluarga menjadi minim. Hal ini tentu akan menjadi kesenjangan komunikasi yang jika tidak diwaspadai akan menimbulkan persoalan serius. Belum lagi dengan himpitan ekonomi, karena sebagian umat masuk dalam strata ekonomi menengah-bawah. Jumlah pastor yang hanya tiga orang, lagi-lagi memerlukan ketrampilan emosional, kebijaksanaan, dan kepandaian di antara para pastor dalam memimpin umatnya. Upaya memperkuat spiritualitas umat dan kesadaran akan hidup mandiri yang berkualitas membutuhkan kerjasama antara segenap aktifis gereja untuk selalu bersinergi dan memiliki satu visi dalam hidup menggereja. (Nemesius Pradipta)
Saudara Nemesius Pradipta yang baik,
Sungguh suatu catatan yg luar biasa………………..
Trimakasih atas partisipasinya memberikan informasi tentang Gereja St Arnoldus Jansen. Bertahun tahun kami Pengurus Dewan Paroki ingin mewujudkan angan untuk membangun sebuah media informasi tentang Paroki St Arnoldus namun hingga kini belum juga terwujud. Semoga suatu saat nanti bersama doa St Arnoldus angan kami dapat terwujut.
Salam penuh kebahagiaan.
Lasito Johanes
saya mau tanya,
kalo misa natal untuk tahun 2008 di gereja st. arnoldus, jam berapa aja ya?
trims..
GBU
Salam damai,
Saya sedang mencari info mengenai gereja Katolik di Tambun, karena ada rencana tuk pindah ke sana.
Menurut beberapa tmn terdpt gereja baru di Tambun.
Mohon bantuan untuk info lokasi Paroki Tambun.
Terima kasih
Ellyz
saya adalah babtisan santo arnoldus bekasi lho
tapi udah lama tahu 1994
Sekarang saya sekolah jauh di jawa tengah mohon doa dan restu segenap umat dan romo di paroki Santo Arnoldus Bekasi,terima kasih
Tuhan Yesus memberkati kita semua Amin
mas pradipta……….
pie kabere?????
Mohon informasi, koordinator mudika stasi Tambun, atau koordinator mudika St Arnoldus bekasi. Kalau mungkin nomor hp.
Thanks.
sungguh bagus.
saya sendiri dari paroki santo arnoldus.
semoga ini berguna bagi umat sekalian
wah..aku rindu
sama gereja kU st. Arnoldus-Bekasi
udah lama gak misa disana,,,,salam kenal
dan Tuhan memberkati selalu,,,
Kalau rindu datang saja ke Misa ya, Sabtu 17.30, Minggu 6.00 – 8.30 – 16.30 dan 18.30.. Tuhan memberkatimu…
Saya umat paroki st. Bonaventura (pulomas) ttp ada rencana pindah di daerah grand wisata. Mohon info kring/stasi di daerah tsb. GBU
saya ex legioner imaculata sibolga.sedang mencari ex sohib2 seperjuangan dulu d legio immaclata……….i miss u sohib2 q
tulisan tentang gereja st arnoldus sebaiknya di update terus. ini akan menjadi sebuah catatan sejarah yang baik. banyak hal dapat ditambahkan, karena sekarang sudah semakin berkembang, demikian juga permasalahannya. pasti menarik untuk memperkaya wawasan kita. tantangan yang dihadapi keluarga katolik di bekasi, tantangan yang dihadapi kaum mudanya. bravo mas Pradip!
Shallom…sy adalah umat Katolik baru di ST. Arnoldus, kira2 baru setahun ini lah, dan wkt baca sejarahnya saya salut dgn perkembangan gereja ini, begitu significant, sy lihat wkt perayaan Tri Suci menjelang Paskah kemarin, umat begitu membludak, semua tempat yg disediakan terisi penuh sampai ada yg berdiri bahkan sampai ke lokasi toilet pun penuh dgn umat pdhl misa diadakan sehari itu sampai 3x…waow..amaizing…gereja yg pd awalnya hanya berlokasi di sebuah TK bisa menjadi sebuah gereja yg besar dan mempunyai solidaritas yg tinggi dgn masyarakat sekitar yg mana sering kali kita mendengar ada beberapa gereja hrs ditutup dan dibubarkan krn tidak berkenan dgn masyarakat sekitar..semoga para pengurus gereja serta para Pastor ST. Arnoldus dpt bekerja dgn lbh baik lg dan semata hanya untuk kemuliaan Tuhan saja, amien.
Juli 24, 2008 pada 1:32 pm
Saudara Nemesius Pradipta yang baik,
*** Terimaksih atas info yang Anda paparkan di sini. Apakah boleh menerima penjelasan lebih lanjut tentang kemungkinan pengembangan paroki baru, sebagai bagian dari pemekaran Paroki Santo Arnoldus, misalnya daerah Bekasi Timur, tepatnya daerah Tambun? Pastor Kepala, yaitu Pastor Anselmus Selbus SVD menyebutkan tentang berapa wilayah, berapa lingkungan di daerah itu dan berapa ribu umat. Rasa ingin tahu ini akan membantu kami para SCJ untuk kemungkinan membantu dalam pemekaran itu. Oleh sebab itu menemukan data yang akurat akan sangat berguna di dalam pengambilan keputusan. Kami akan merayakan Kapitel Propinsi pada akhir bulan September 2008 mendatang.
Atas bantuan Anda untuk menemukian info akan sangat berguna bagi kami.