Maret 22, 2009
· Disimpan dalam Tulisan · Tagged alkitab, dipta, mazmur, pujian, renungan
MAZMUR 54
“Doa Dalam Menghadapi Musuh”
Mazmur ini merupakan nyanyian daud yang takut dibunuh oleh Saul karena tempat persembunyiannya ketahuan. Ia begitu takut dan panik sehingga merasa hanya Tuhanlah yang dapat menyelamatkannya dari serangan musuh. Maka ia memohon kepada Tuhan agar diselamatkan. Jadi, kalau dilihat dari isinya, Maka mazmur ini merupakan jenis Mazmur permohonan.
Ay. 3-5 Dengan sebutan Allah, pemazmur masuk dalam suasana doa. Ia yakin hanya Tuhanlah yang dapat menyelamatkan dia dari kuasa musuh yang ingin membunuhnya bahkan sikap mereka yang angkuh dan sombong terhadap Tuhan. Dan ia percaya hanya dengan kekuasaan Tuhan sajalah yang dapat menyelamatkan dia dari ketidak adilan. Bahkan ayat 4 melukiskan bahwa ia benar-benar putus asa dan ia mendesak Tuhan supaya mendengarkan doanya. Dan ia yakin, tanpa Tuhan pasti ia akan mati oleh musuhnya (Saul).
Ay. 6-7 Ayat ini melukiskan bahwa permohonan sang pendoa akan dikabulkan karena ia percaya bahwa tuhan menopang dan penolong manusia. Ia percaya Tuhan akan mendengarkan permohonannya sehingga keinginan musuh-musuhnya akan berbalik kepada mereka karena Tuhan berkenan pada orang baik dan setia menemani dia.
Ay. 8 Ayat ini melukiskan bahwa ia berjanji akan mempersembahkan kurban pada Tuhan bila doanya didengarkan. Ia merasa memiliki harapan dan tepatlah bila memohon kepada Tuhan, sebab tuhan itu baik.
Ay. 9 Ayat ini melukiskan bahwa ia percaya bahwa doanya dikabulkan. Sebab ia berani berkata bahwa Tuhan melepaskan ia dari kesesakan dan ia berani memandang musuhnya. Seakan-akan musuhnya takut karena Tuhan mendengarkan doa permohonannya.
MAZMUR 148
“Langit dan Bumi, Pujilah Tuhan!”
Mazmur ini diciptakan oleh seseorang yang mengajak seluruh ciptaan Allah yang ada di bumi dan di surga untuk memuji Allah. Melampaui puji-pujian yang dilakukan seseorang ataupun umat pilihan, maka pantaslah jika ada puji-pujian dari semua ciptaan kepada sang penciptanya. Inilah inti Mazmur 148. Maka mazmur ini merupakan jenis Mazmur pujian.
Mazmur ini dibagi kedalam 2 bagian besar. Yaitu Pujian Sorgawi dan Pujian Duniawi.
Ay. 1-6 Pujian Sorgawi.
Ay. 1-4 Ayat-ayat ini melukiskan bahwa sang pendoa mengajak seluruh isi surga dan bagian-bagian yang dianggap surga- Malaikat dan mahluk surgawi yang banyak jumlahnya dan berada di bawah perintah Tuhan, matahari dan bulan, bintang, awan dan angkasa- itu untuk memuji Tuhan.
Ay. 5-6 Dalam ayat ini pendoa memberikan alasan kenapa mereka harus memuji Tuhan karena Ia telah menciptakan, memelihara, mengatur dan mengawasi mereka. Sehingga terciptalah suatu susunan yang teratur dan terkendali untuk selama-lamanya.
Ay. 7-14 Pujian Duniawi
Ay. 7-12 Ayat-ayat ini melukiskan bahwa sang pendoa mengajak seluruh isi dunia untuk memuji Tuhan. Tidak hanya mahluk surga, tetapi juga pujian harus naik dari bumi mencakup seluruh mahluk-mahluknya, kekuatan alam, binatang di darat dan diudara, seluruh manusia dari yang muda sampai yang tua. Pantaslah mereka memuji nama Tuhan karena mereka telah menerima kasih dan di tarik dekat kepada-Nya.
Ay. 13-14b Dalam ayat ini pendoa menyatakan bahwa Pendoa juga menyatakan bahwa seluruh manusia pantas memuji nama-Nya karena dengan keagungan-Nya, Tuhan menguasai langit dan bumi,terutama bagi Bangsa Israel yang merupakan bangsa terpilih.
Ay.14c Mazmur ditutup dengan pujian seperti pembukanya: Haleluya.
Maret 22, 2009
· Disimpan dalam Tulisan · Tagged alkitab, elisa, kitab suci, nabi
NABI ELISA
Siapakah Elisa?
Elisa berasal dari kata Ibrani atau kata Yunani “Eleseus” yang berarti “Allah itu Juruselamat”. Ia dipanggil demi menggantikan Elia dalam melanjutkan tugas pelayanannya di Kerajaan Utara. Ayah Elia bernama Safat dari Abel-Mehola. Mereka tinggal di lembah Yordan. (Tunjukan peta!). Sebagai seorang anak petani, Elia sangat giat bekerja di ladang. Allah memanggil Elia sejak masih muda dan ia mengakhiri pengabdiannya sebagai nabi kurang lebih pada usia 90 tahun. Baca entri selengkapnya »
September 28, 2008
· Disimpan dalam Ilham · Tagged doa, mazmur, renungan, tobat
DOA TOBAT
Ampunilah aku ya..Tuhan
Karena darah-Mu yang tertumpah dari salib.
Sucikanlah aku ya…Tuhan
Dalam bilur-bilur luka-Mu yang menganga.
Dan biarlah aku menggapai keluhuran-Mu,
Supaya aku tetap setia mencari Engkau.
Jangan kirimkan debu padaku karena aku orang berdosa.
Biarlah semua orang menolak aku karena dosaku,
Tapi jangan singkirkan aku dari hadapan-Mu, karena aku mau berobat.
September 28, 2008
· Disimpan dalam Saduran · Tagged kata bijak, kata mutiara, renungan
PERSONAL ACTION PLANS
Jika aku bisa mengulang kembali hidupku, aku akan berbuat lebih banyak kesalahan. Aku akan bersantai. Aku akan bersiap-siap. Aku akan lebih konyol daripada saat ini. Hanya sedikit hal yang akan aku anggap serius. Aku akan lebih gila. Aku tidak akan terlalu higienis. Aku akan mengambil lebih banyak kesempatan, melakukan lebih banyak perjalanan, mendaki lebih banyak gunung, mengarungi lebih banyak sungai, menyaksikan lebih banyak matahari tenggelam. Aku akan menghabiskan lebih banyak bahan bakar, makan lebih banyak es krim dan mengurangi sayuran. Aku akan punya lebih banyak masalah sungguhan daripada masalah khayalan.
Kamu tahu, aku adalah jenis orang yang selalu berusaha hidup sehat, rasional dan lurus-lurus saja. Jam demi jam, hari demi hari. Telah kulewati banyak masa. Jika aku bisa mengulanginya, aku ingin memiliki lebih lagi. Kenyataannya, tiada lain yang kumiliki. Hanya moment-moment. Dijalani satu-persatu, bukan sekaligus rangkaian tahun di depan setiap hari yang dilewati. Aku adalah jenis orang yang tidak pernah pergi tanpa thermometer, botol air panas, obat kumur, jas hujan, dan payung.
Jika aku bisa mengulangi hidupku lagi, aku akan bangun lebih awal dan bertelanjang kaki di musim semi dan akan tetap begitu sampai musim gugur. Aku akan lebih sering bermain hoki.
Jika kau terlalu lama menyibukkan tanganmu untuk bekerja, kau akan segera lupa bahwa ada hal-hal seperti sungai yang bergemuruh dan burung-burung yang bernyanyi. Hanya hal-hal itulah yang akan diciptakan duniamu: dirimu, pekerjaan dan tanganmu.
-Nadine Stair, 78 tahun-
September 28, 2008
· Disimpan dalam Saduran · Tagged kata mutiara, Mother teresa, renungan
Cara Mencapai Kerendahan Hati
Berbicara sesedikit mungkin tentang diri sendiri
Uruslah sendiri persoalan-persoalan pribadi
Hindarilah rasa ingin tahu
Janganlah mencampuri urusan orang lain
Terimalah pertentangan dengan kegembiraan
Jangan memusatkan perhatian pada kesalahan orang lain
Terimalah hinaan dan caci maki
Terimalah perasaan tak diperhatikan, dilupakan dan dipandang rendah
Mengalah terhadap kehendak orang lain
Terimalah celaan walaupun anda tidak layak menerimanya
Bersikap sopan dan peka sekaligus seseorang memancing amarah anda
Janganlah mencoba agar dikagumi dan dicintai
Bersikap mengalah dalam perbedaan pendapat walaupun anda benar
Pilihlah selalu yang tersulit
-Mother Teresa-
Juli 23, 2008
· Disimpan dalam Tulisan · Tagged Caritas, kesepian, Live in, oma, opa, panti jompo
Panti Wherda Caritas
“Setitik Kasih dalam Kesendirian”
Pengalaman Live-In Nemesius Pradipta
Menjadi tua adalah masalah yang akan dihadapi oleh semua manusia di muka bumi ini. Sekarang kita boleh bangga bila memiliki kepandaian, kekayaan, tubuh yang ideal, popularitas, dan sejuta kebanggaan lain yang kita dapat dari Tuhan. Tetapi suatu saat nanti, menjadi tua bisa membuat kita pikun, lumpuh, terserang berbagai macam penyakit, mudah lelah, merasa tidak berguna, dan akhirnya mati. Namun pada kenyataannya hal ini kerap kali tidak membuat manusia sadar bahwa pada saatnya nanti kita akan menjadi tua dan benar-benar tidak berdaya.
Baca entri selengkapnya »
Juli 23, 2008
· Disimpan dalam Saduran · Tagged Hardawiryana, imam, imam diosesan, nemesius pradipta, rangkuman, spiritualitas
SPIRITUALITAS IMAM DIOSESAN MELAYANI GEREJA DI INDONESIA MASA KINI
Karya R. Hardawiryana, SJ
Sebuah Rangkuman
Oleh
NEMESIUS PRADIPTA
BAB I
A.Makna Spiritualitas Kristiani
Istilah spiritualitas Kristiani dalam corak hidup rohani erat kaitannya dengan pengertian pneumatikos atau manusia rohani. Artinya adalah orang yang hidup dalam roh, menghayati eksistensi Kristiani. Spritualitas dihayati sebagai sikap dasar praktis orang beriman mencakup cara-caranya ia biasanya beraksi dan bereaksi selama hidupnya sesuai pendirian hidup rohaninya. Spiritualitas kerap kali menunjuk kepada kepercayaan asli suatu daerah yang sangat pas jika di sesuaikan dengan kepercaaan asli di Indonesia yang beragam.
Spiritualitas Kristiani merangkum aneka ragam spiritualitas dengan berpusatkan kepada Allah dalam Yesus Kristus berkat naungan Roh. Oleh sebab itu spiritualitas Kristiani mengusahakan inkorporasi umat Kristiani oleh Roh Kudus ke dalam pribadi Kristus, dan melalui Dia-lah persatuan dengan Bapa. Jadi dalam proses inkulturasi spiritualitas Kristiani dalam masyarakat kita, imam diosesan perlu mengembangkan sikap dialog dengan berbagi pengalaman iman dalam suasana persaudaraan dengan para penganut agama-agama dan kepercayaan-kepercayaan lain. Disamping sambil membuka diri bagi dunia yang kian sekular, spiritualitas Kristiani perlu menghargai yang “benar maupun yang baik” dalam agama maupun kepercayaan manapun. Bukan hanya melalui dialog kehidupan demi rukun-hidup manusiawi, tetapi juga melalui dialog karya demi kesejahteraan umum.
Kekayaan rohani yang terkandung dalam Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru menjadikan Kitab Suci sebagai tempat untuk menentukan landasan-landasan spiritualitas Kristiani yang bisa kita gali secara kreatif karena sarat amanat dan hikmah dalam menanggapi situasi-kondisi hidup dan pelayanan. Perjanjian Lama menyampaikan kesaksian: bagaimana Allah yang Kudus, menampakkan kekudusan-Nya, menghendaki supaya diimani sebagai yang Kudus dan mengkuduskan umat-Nya. Sedangkan Perjanjian Baru menyampaikan kesaksian: Yesus Kristus yang Kudus pun menguduskan para murid-Nya, sehingga diutus Roh-Nya, supaya jemaat-jemaat pun terdiri dari “para kudus” atas pilihan Allah. Karena itulah mereka wajib berjuang untuk menyiapkan diri untuk kedatangan Tuhan di akhir zaman.
Sedangkan dalam Konstitusi Dogmatis Lumen Gentium“ menguraikan panggilan semua orang untuk kekudusan dalam Bab V, art. 39-42. kekudusan itu berlangsung sebagai proses terus-menerus dan bukan tahap tertentu.
Baca entri selengkapnya »
Juli 23, 2008
· Disimpan dalam Tulisan · Tagged Arnoldus, bekasi, Gereja, misi, visi, visi misi
GEREJA SANTO ARNOLDUS BEKASI
“Gereja yang Melahirkan Banyak Gereja”
Visi dan Misi Paroki
Bagi pengurus Dewan Paroki, Visi dan Misi Paroki merupakan panduan perjalanan kearah mana Paroki akan dibawa dan panduan ini masih dinilai tetap relevan untuk dilaksanakan. Visi dan misi Paroki Santo Arnoldus Bekasi adalah: Terwujudnya Persekutuan Umat Katholik Berkualitas, Memiliki Spiritualitas Kristiani yang Dihayati Secara Baru dan Solidaritas Tinggi. Sedangkan misinya berbunyi Membangun, Membangktikan dan Menggerakkan Komunitas Umat Basis yang Lebih Terbuka,Bersahabat, Simpatik dan Berdaya Tahan. Upaya ini diharapkan akan meningkatkan kualitas keluarga dan kaum muda dalam iman dan karya di tengah-tengah masyarakat. Pembangunan keluarga dan kaum muda sangatlah penting, karena fondasi Gereja ada pada keluarga, maka keberhasilan pembangunan keluarga berikut generasi mudanya akan menentukan keberhasilan pembangunan Gereja. Keluarga yang lestari akan tercapai apabila anak-anaknya dibangun, demikian pula Gereja akan berkembang kalau memberi ruang yang luas kepada kaum muda.
Baca entri selengkapnya »
Juli 18, 2008
· Disimpan dalam Ilham · Tagged Ilham, kenangan
“Betapa malangnya manusia. Kejadian yang sudah dialami toh pada akhirnya hanya menjadi sebuah kenangan. Entah kenangan baik atau buruk. Kejadian ketika gw harus bersusah payah menghadapi buruknya kehidupan sekarang hanya tinggal kenangan yang sering membuat gw ketawa sendiri.”
Juli 18, 2008
· Disimpan dalam Saduran · Tagged ide, jurassic park, teori
Teori Ketidakteraturan
“Kejadian yang terjadi diluar batas pemikiran/keluar jalur/tidak sesuai dengan apa yang telah digariskan/ditentukan suatu hal kecil.”
Contoh: Teteskan Air ke punggung tangan sebanyak dua kali. Lihatlah bahwa arah aliran tetesan tersebut berbeda. Hal itu dikarenakan karena adanya faktor kecil. Misalnya bulu halus di punggung tangan.
-Jurassic Park-